Kita sedang melangkah masuk ke era 4G LTE, meskipun beberapa negara sudah lebih dulu memasukinya beberapa tahun lalu. Itu ditandai dengan dibukanya layanan berbasis 4G LTE oleh Operator penyelenggara layanan yang ada di Indonesia. Hampir semua Operator sudah secara resmi menggelar layanan 4G LTE. Sementara dari pabrikan penyedia handset, sudah banyak handset 4G LTE yang diperkenalkan ke publik.

Euphoria 4G LTE sudah dimulai. Namun pertanyaannya, benarkah kita memang sudah sangat memerlukan teknologi terbaru ini? Atau kita cuma sekadar ikut-ikutan tren? Untuk menjawabnya, mari kita lihat apa yang terjadi di Indonesia, dan juga dunia, saat ini. Pertama, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi lonjakan kebutuhan akan layanan data. Bahkan kebutuhan itu diperkirakan akan meningkat seribu kali lipat di decade ini. Seiring dengan lonjakan kebutuhan data itu, terjadi pula peningkatan penggunaan smartphone –telepon seluler yang memungkinkan penggunanya mengakses internet.

Masih satu irama dengan lonjakan penggunaan smartphone dan layanan data, ekspektasi orang terhadap perangkat bergerak (mobile device) yang digunakan juga semakin tinggi. Orang sudah kurang puas dengan kualitas tayangan video –di smartphone- yang dianggap kurang tajam. Orang sudah mulai ingin tampilan video setaraf UHD, dan menikmatinya tanpa terganggu proses buffering. Intinya, pengguna sudah berharap dapat menikmati tayangan video di smartphone layaknya menikmati tayangan film di televisi, bahkan malah seperti nonton di bioskop.

Itu tak ketinggalan dengan kualitas audionya, yang juga diharapkan bisa menyaingi kualitas suara dari home theater. Begitu pula dengan gaming. Permainan-permainan dengan tampilan grafis yang standar sudah kurang diminati. Gamers ingin memainkan game dengan tampilan grafis menawan setara tampilan game console semacam Play Station.

Semua harapan itu mengacu pada satu hal. Kebutuhan akan koneksi data yang lebih baik, yang mampu mentransfer data dengan lebih cepat dan dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Apakah koneksi data yang ada saat ini (3G, HSPA) mampu menjawab harapan itu? Jelas tidak. Yang mampu memenuhinya adalah teknologi terbaru yang saat ini sudah bisa dinikmati masyarakat Indonesia. Yakni, 4G LTE.

LTE (long term evolution) adalah standar komunikasi nirkabel berkecepatan tinggi untuk telepon seluler dan perangkat data. Standar ini dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project) dan ditetapkan dalam Release 8 document series, yang selanjutnya ada sedikit perbaikan dan dituangkan dalam versi Release 9. Inilah jalur evolusi alamiah yang harus ditempuh bagi penyelenggara layanan seluler (Operator), baik yang menggunakan platform GSM/UMTS/HSPA maupun jaringan CDMA2000, ketika ingin menaikkan level layanannya.

Bagi pengguna, dengan keunggulan kecepatannya, teknologi 4G LTE jelas akan memberikan pengalaman baru yang lebih baik. LTE Cat 7 sebagai contohnya, pengguna bisa mendapatkan kecepatan download hingga 300 Mbps dan kecepatan upload sekitar 100 Mps. Sementara LTE Advanced mampu mencapai kecepatan download hingga 450 Mbps dan upload sekitar 100 Mbps. Nah, kapasitas seperti itulah yang menjawab semua harapan-harapan pengguna smartphone dan layanan data, saat ini dan di masa mendatang nanti. Jadi YA, kita memang sudah membutuhkan 4G LTE.  

LTE memang memiliki kemampuan koneksi data yang cepat dan besar. Namun untuk mendapat performa dan keseimbangan yang lebih optimal pada aspek coverage dan biaya, perlu kombinasi antara 4G LTE, 3G dan pilihan konektivitas lainnya. Untuk itulah Qualcomm mengembangkan multimoda LTE, yang disertai pengembangan prosesor mobile dan modem yang bisa mengakomodasi semua bentuk konektivitas yang ada. Sebagai leader dalam teknologi 3G dan 4G LTE, Qualcomm berusaha keras agar selalu siap menyokong ekosistem mobile ke arah yang lebih baik.

Saya sangat gembira melihat ekosistem mobile di Indonesia sudah menyadari hal ini, melihat Operator, Vendor dan brand local mulai mentransformasikan bisnis dan portfolio produk mereka ke arah yang tepat, untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna layanan seluler di Indonesia.  

Menurut saya, semua sudah siap untuk membangun ekosistem 4G LTE di Indonesia. Persoalan yang dihadapi, dan menurut saya persoalannya hampir sama ketika mengimplementasikan 3G dahulu adalah, pihak regulator dan pemerintah, mesti mendukung penyediaan spectrum sebesar mungkin bagi Operator, agar mereka dapat mengembangkan jaringan LTE yang tak hanya cepat, tapi juga memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pertumbuhan populasi pengguna (layanan) data.

Sama pentingnya dengan kemampuan regulator, untuk mengalokasi spectrum pada pita frekuensi yang tepat bagi Operator. Pita spectrum yang harmonis sangatlat penting, sebab hal itu sangat berdampak secara signifikan pada skala ekonomi Operator dan Vendor, serta keberhasilan mereka dalam mengimpor dan mengekspor produk dan teknologi mereka. Yang pada akhirnya, akan menentukan keberhasilan adopsi layanan mobile di kalangan pengguna.

Comments