ArenaLTE.com –  Awal Agustus tahun ini, layanan pesan instant BlackBerry Messenger (BBM) telah genap berusia 10 tahun. Gary Klassen, BlackBerry Principal Architect sekaligus tokoh utama di balik lahirnya BBM pada awalnya merancang aplikasi ini sebagai bagian dari fitur BES (BlackBerry Enterprise Server) 4.1.

Pada saat pengembangan dan diuji secara terbatas, nama aplikasi ini adalah QuickMessenger. Kemudian spesialis program beta Jeremy Kettle mengusulkan kata BBM – BlackBerry Messenger, yang kemudian dikenal luas hingga kini. Kata ini bahkan telah dimasukkan ke dalam English Collins Dictionary pada 2012.

Saat pengembangan, tim di BlackBerry bereksperimen dengan berbagai ide instant messaging. Hingga menemukan bahwa jika mengambil solusi PIN to PIN dan membungkusnya dengan GUI (Graphical user interface) yang baik, maka mereka percaya bisa memiliki produk hebat.

BBM memiliki ciri khas pesan PIN ke PIN yang selalu punya status D (delivered) dan R (read). Berkat fitur ini juga, BBM menjadi perintis kehadiran aplikasi pesan instant yang real time. Di mana pada saat itu kebanyakan masih berkutat di PC (Personal Computer). Biaya rendah + bandwidth rendah + pengiriman instant dianggap menjadi resep sukses BBM.

Selama bertahun-tahun, BlackBerry Messenger hanya tersedia secara ekslusif di platform BlackBerry. Mereka kemudian membuat batu loncatan dengan menyediakan BBM secara cross platform baik di Android maupun iOS pada 22 Oktober 2013. Layanan pesan instant kian bermunculan, namun BBM masih membuktikan ketangguhannya dan memiliki pengguna yang loyal.

Pada bulan Maret tahun ini, perusahaan melaporkan BBM telah diinstall lebih dari 100 juta di Play Store (Android) yang menandai pencapaian besar berikutnya. Tak hanya itu, mereka juga melaporkan pencapaian lain yaitu pengguna telah mengirim lebih dari 1 miliar stiker digital dan meraup 1 miliar impresi virtual goods di BBM Shop tiap bulannya.

Selanjutnyam pada bulan Juli yang lalu, Matius Talbot, Senior Vice President BlackBerry, mengungkapkan bahwa pertumbuhan aplikasi pesan BBM tumbuh signifikan. Juli dianggap sebagai bulan keberuntungan bagi BlackBerry, perusahaan mengklaim bahwa banyak keuntungan yang didapat dari waktu tersebut. Sayangnya mereka tidak merinci secara detail angka yang diperolehnya.

 

Pendapatan dari iklan di BBM juga semakin melimpah. Dikabarkan, beberapa perusahaan seperti New York Times, TD Bank, Mint, Samsung, Smartfren, Traveloka, Manulife, dan lainnya telah mengeluarkan belanja iklan cukup besar di BBM. “Iklan video memberikan kesempatan besar untuk mendorong pendapatan yang lebih tinggi, sekaligus mengekspos pengguna BBM dengan konten menarik yang lebih baru pada platform kami,” tulis Mattew Talbot, Senior Vice President – Emerging Solutions BlackBerry di Blog BlackBerry.

Untuk meraup lebih banyak pendapatan, BBM juga telah melakukan pembaruan fitur dengan bekerjasama PayPal. Sebuah fitur layanan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim atau menerima uang melalui aplikasi layanan BBM Money. Layanan ini sudah mulai merebak di Indonesia.

BBM juga menawarkan sistem pembayaran mobile yang memungkinkan konsumen melakukan pembayaran menggunakan ponsel mereka. Sebuah layanan keuangan yang sama dengan negara lain yang memungkinkan pengguna BBM untuk mentransfer uang seperti Western Union.

BlackBerry cukup pintar membaca kebutuhan masyarakat di negara berkembangan seperti Indonesia, yang merupakan pasar terbesar BlackBerry. Kebanyakan orang Indonesia tidak memiliki kartu kredit. Transfer bank adalah metode yang paling populer untuk membuat pembelian secara online. Sehingga BBM diungkapkan telah berada dalam jalan bisnis yang benar.

Analis Wall Street mengungkapkan bahwa keuangan BlackBerry masih mencukupi, yakni di kisaran USD3 miliar dalam bentuk tunai. Sehingga tidak ada alasan bagi BlackBerry untuk menjual BBM ke perusahaan lain.

Untuk mengetahui sejarah perjalanan BlackBerry Messenger (BBM) selama 10 tahun, silahkan simak infografis di bawah ini:

bbm-timeline-infographic