“Silahkan mampir kakak!” Kata-kata ini seringkali kita dengar ketika berkunjung pusat perbelanjaan kelas menengah seperti kawasan toko ponsel ITC Roxy Mas, Jakarta. Para penjaga toko atau pramuniaga tanpa kenal lelah menjajakan barang dagangannya. Bukan tiada alasan pengucapan kata itu sering dilontarkan. Ini ternyata sudah menjadi kata kunci para pramuniaga dalam menjajakan dagangan.

Belum lama ini saya berkunjung ke ITC Roxy Mas. Dan seperti biasa, ‘Silahkan Mampir Kakak!’ menjadi kalimat yang kerap didengar ketika melewati satu toko ponsel ke toko lainnya. Tak hanya pramuniaga wanita, karena penjaga toko dari lelaki juga mengucapkan kata yang sama hanya dengan intonasi suara lebih berat.

Semua orang tentu tahu bahwa kata kunci itu adalah hal biasa yang dilakukan para pramuniaga. Namun perlu diketahui bahwa hal itu sebenarnya adalah senjata bagi mereka. Karena dipastikan setelah mendengar pengunjung akan melirik sang pramuniaga dan kesempatan ini yang ditunggu. Saat seorang melirik, tentunya banyak hal yang akan dilihat dan disitu promo bisa menarik minat.

Gunawan, Pramuniaga salah satu toko ponsel mengungkapkan,”Kalau kita bersaing dengan toko online saat ini memang susah, lihat saja sekarang sepi. Apalagi hari libur, masih lebih ramai dulu ketika online belum menarik banyak orang. Harus ada cara dan promo atau pun program untuk mengundang orang kesini, setidaknya mampir dan menawar,” jelasnya.

perkembangan smartphone 4G

Ia juga menuturkan bahwa meski persaingan dengan toko online cukup keras, namun dirinya percaya bahwa toko offline masih memiliki hal yang menguntungkan bagi pelanggan. Salah satu yang disebutkan dari keuntungannya adalah pembeli bisa melihat barang langsung, mencoba dan melakukan eksplorasi langsung pada produk dan tidak sekedar meraba-raba.

“Kalau lihat fisik langsung enak, bisa coba otak-atik dan tahu jelas kondisi barang berapa persen. Beda dengan beli online, nunggunya bikin deg-degan belum lagi kalau barangnya ternyata jelek. Repot harus tukar-tukar, buang-buang waktu makanya itu yang buat kita bertahan,” jelasnya.

Meski demikian, dirinya tak menepis bahwa keberhasilan menarik banyak pelanggan di toko tradisional memang membutuhkan strategi,  promo dan tawaran menarik harus diberikan pelanggan. Salah satu strategi yang dituangkan adalah kata kunci ‘Silahkan Mampir Kakak!’ dan ketika pengguna melirik, maka otomatis akan membawanya melihat papan informasi promo untuk menarik mereka mampir.

“Keramah-tamahan adalah pengiring untuk bisa membawa mata pengunjung melihat, hal ini yang gak bisa diberikan toko online. Itu ada pesannya, karena kalau di online hanya berdasarkan sistem, makanya cuma menang promo tanpa bisa memberikan ‘pesan’ langsung atau ada komunikasi antara penjual dan pembeli itu yang berusaha kita jaga dan bangun di tradisional,” tambah Gunawan.

Nah, bagaimana dengan Anda? Masih suka keluyuran hunting di toko tradisional saat ingin membeli ponsel atau mulai terbiasa berbelanja online?