Layanan video on demand kini makin populer. Di ranah ini, yang paling populer adalah pelopornya, siapa lagi kalau bukan Netflix. Kita yang tinggal di Indonesia baru bisa menikmati layanan ini pada awal Januari yang lalu. Kehadirannya langsung disambut antusias oleh netizen. Terobosan yang dilakukan Netflix memicu munculnya layanan serupa. Namun saya masih belum menemukan lawan tangguh. Hingga muncul kabar HOOQ akan diluncurkan di Indonesia pada bulan ini, tepatnya besok tanggal 14 April 2016. Apa itu HOOQ?

Netflix memang keren, koleksi film dan serialnya bagus walaupun tergolong masih terbatas. Performanya smooth dan bisa membaca koneksi internet dengan pintar. Saya sempat mencobanya sebentar melalui akun teman saya. Tidak memiliki kartu kredit adalah permasalahan utama saya tidak bisa berlangganan layanan video streaming tersebut.

Ada beberapa hal yang membuat saya antusias dengan HOOQ. Pertama adalah ketika membaca latar belakangnya sebagai startup yang dibesut oleh tiga perusahaan besar yaitu Singtel, Sony Pictures Television dan Warner Bros. Merupakan kombinasi yang jitu karena Singtel adalah raksasa telekomunikasi yang memiliki saham operator di berbagai negara termasuk Telkomsel di Indonesia. Sementara Sony Pictures dan Warner Bros merupakan produsen film Hollywood terkemuka. HOOQ memiliki kelebihan dukungan dana dan akses konten yang terbuka lebar. Perusahaan video on demand ini didirikan pada Januari 2015 yang telah beroperasi di Filipina, Thailand, dan India. Aplikasi ini ternyata juga meraih kemenangan di ajang Glomo Awards yang merupakan bagian dari Mobile World Congress 2016 di Barcelona untuk kategori Best Mobile App: Media, Film, TV, or Video.

Saya mengunduh aplikasi ini tadi pagi dari Play Store. Setelah itu registrasi seperti biasa dengan memasukkan email, pasword dan nomor HP. Kode verifikasi berupa one time password dikirimkan melalui nomor HP. Proses untuk memuat konten agak lama dan pernah beberapa kali gagal. Di sini, terlihat aplikasi masih butuh perbaikan dari sisi performa sebagaimana yang bisa dilakukan Netflix.

Kombinasi Konten Global dan Lokal

koleksi film dan serial tv di Hooq
koleksi film dan serial tv di Hooq

Ketika konten muncul, langsung disuguhi beberapa serial favorit saya seperti Arrow, The Flash, Supergirl, dan sebagainya. Namun tidak ada Daredevil maupun Jessica Jones karena serial tersebut ekslusif di Netflix. Sedangkan untuk film sayangnya belum ada yang benar-benar baru. Sebagian besar sudah tayang tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya walaupun koleksinya bagus-bagus. Ini menjadi catatan bagi HOOQ agar menyajikan film yang lebih fresh setidaknya setelah tidak diputar di bioskop bisa langsung masuk ke sini.

Selain konten dari Hollywood, ternyata banyak juga suguhan film dan serial lokal. Ini menjadi kelebihan HOOQ karena mengawinkan konten global dari Hollywood maupun lokal. Beberapa film populer seperti Sang Penari, Garuda Didadaku, Sang Pemimpi, Ada Apa dengan Cinta, termasuk film lawas Benyamin, Lupus dan sebagainya bisa kita nikmati di sini.

Baca juga:

Bisa diputar secara offline

Saat memutar secara streaming, di bagian atas video terdapat indikator yang menunjukkan kualitas bandwidth jaringan seluler yang dipakai saat itu. Hal kecil tapi cukup bermanfaat sehingga jika kualitas video yang ditongon kurang bagus, kita bisa tahu penyebabnya dan mungkin akan berganti ke jaringan WiFi yang lebih cepat.

Yang saya suka dari HOOQ dibanding Netflix adalah konten bisa di-download untuk diputar secara offline. Sehingga kita bisa menontonnya kapan saja tanpa tergantung koneksi internet. Ini jelas penghematan besar karena bisa mengunduh saat di jaringan WiFi. Sedangkan Netflix hanya bisa diakses secara streaming yang membutuhkan koneksi internet cepat dan boros data.

Selain itu, mayoritas film juga telah memiliki subtitle berbahasa Indonesia. Walaupun ini bukan concern saya karena membaca subtitle berbahasa Inggris juga enak. Namun sangat bermanfaat bagi yang memiliki keterbatasan berbahasa Inggris.

HOOQ Bisa Langganan Tanpa Kartu Kredit

Sebagaimana telah dituangkan di atas, keterbatasan saya tidak bisa mengakses Netflix adalah karena tidak memiliki kartu kredit. Di sini lagi-lagi HOOQ memiliki kelebihan dibanding Netflix karena lebih leluasa. Ada tiga metode pembayaran yang disediakan yaitu kartu kredit, carrier billing (pulsa) dan kode voucher.

Jika Netflix memberikan masa percobaan gratis selama satu bulan, HOOQ hanya 1 minggu. Agak pelit memberi gratisan, tapi di sisi lain memberi tarif paket yang lebih terjangkau. Paket termurah Netflix adalah IDR 109 ribu, itupun masih belum HD. Jika ingin kualitas yang lebih bagus, minimal harus berlangganan paket Standard dengan kualitas HD seharga IDR 139.000. Bagaimana dengan HOOQ? Untuk pembayaran melalui carrier billing kita memiliki dua pilihan yaitu mingguan sebesar IDR 18.700 atau bulanan IDR 49.500. Jauh lebih murah dibanding Netflix kan?