ArenaLTE.com – Semenjak layanan 4G LTE digelar oleh operator, layanan live video streaming langsung bertumbuhan bak jamur di musim hujan. Setidaknya ada 9 layanan live video streaming yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun demikian, teknologi bagai dua mata pisau. Ada dampak positif yang dirasakan, meski di sisi lain bermunculan pula dampak negatif layanan live video streaming.

Pada dasarnya, layanan ini dirancang agar pengguna bisa melakukan siaran langsung dari perangkat mobile, layaknya seorang presenter siaran TV. Melalui aplikasi, pengguna bisa menjadi penyiar instant yang bisa ditonton oleh para penggemarnya.

Tak sedikit banyak pihak yang diuntungkan dengan kehadiran aplikasi ini. Dari sisi pengguna, bisa memberikan informasi yang cepat secara real time saat kejadian berlangsung, bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dengan berbagai tutorial, digunakan untuk konser musik, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan. Operator selaku penyedia jaringan tentu menyambut baik hadirnya layanan ini. Karena konsumen semakin boros kuota data sehingga pendapatan dari sektor layanan data pun bisa digenjot.

Terlepas dari segala manfaat yang bisa diperoleh, bermunculan pula dampak negatif layanan live video streaming yang harus diantisipasi. Ada yang dampak negatifnya bisa dikontrol dengan mudah, namun ada yang sampai tahap mengkhawatirkan. Apa saja itu? Kami telah merangkumnya dalam ulasan di bawah ini.

Dampak Negatif Layanan Live Video Streaming

1. Boros paket data

Live Video StreamingLayanan live video streaming berbeda dari permainan online sejenis Pokemon Go, yang hanya memakan akses data lebih kecil. Dari data yang kami himpun, untuk menonton streaming video seperti YouTube dengan kualitas standard (360p) dalam 1 menit membutuhkan setidaknya 3 Mb. Namun jika resolusinya meningkat menjadi 480p, dalam 1 menit bisa lebih dari 5 Mb, kemudian 720p sekitar 9 Mb dan Full HD bisa mencapai 15 Mb. Sedangkan jika melakukan video live streaming, untuk 1 menit saja bisa membutuhkan sekitar 4 Mb. Itu baru 1 menit, tinggal Anda kalkulasikan rata-rata berapa lama menonton video streaming.

Dampak negatif layanan live video streaming adalah menjadi sangat boros data jika Anda gemar menonton video secara online. Alhasil, uang Anda yang harus dikeluarkan pun semakin besar.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengaksesnya jika hanya ada Wi-Fi. Kemudian untuk beberapa penyedia layanan live streaming yang memiliki fasilitas offline, manfaatkan fitur tersebut. Namun hal ini tidak berlaku untuk live broadcasting karena semuanya benar-benar dilakukan secara online. Sehingga Anda perlu berlangganan paket unlimited atau yang kuota datanya besar.

2. Kesehatan yang terganggu

Memang belum ada catatan medis yang jelas mengenai dampak negatif layanan live video streaming. Namun, Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada Studi dari University of California, Irvine Research (UCI) menyebutkan jika seseorang terlalu lama memandang layar smartphone, memungkinkan terkena paparan radiasi ponsel. Ini berpengaruh pada gangguan emosi di kemudian hari.

Hal ini dilakukan UCI dalam sebuah uji coba pada seekor tikus. Hasilnya menyiratkan bahwa radiasi ponsel sekilas tidak berbahaya, namun jelas memiliki dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Dan tak sedikit pengguna ponsel pintar terutama yang menggunakan layanan video streaming, terlarut menikmati layanan tersebut dalam waktu lama hingga berjam-jam.

Dan catatan lain yang perlu diperhatikan bagi para pengguna smartphone adalah paparan cahaya yang disajikan oleh layar. Hal ini patut diwaspadai, karena bisa mempengaruhi kesehatan mata.

3. Merabaknya pornografi

ilustrasi smartphoneAplikasi video streaming bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif, namun bagaimana bila yang terjadi justru sebaliknya? Ternyata layanan ini justru merangsang timbulnya pornografi digital. Setidaknya ada dua aplikasi yang terindikasi host-nya cukup berani yaitu Nonolive dan Bigo Live. Inilah dampak negatif layanan live video streaming yang paling meresahkan masyarakat.

Mengapa pornografi digital bisa terjadi melalui aplikasi ini? Salah satu penyebab utama disinyalir adalah demi meraup pundi-pundi uang. Seorang host atau penyiar di aplikasi ini bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar hanya dengan tiap hari berpose di depan layar yang dinikmati oleh ribuan penonton.

Agar para penonton mau memberikan hadiah digital atau virtual gift, para host ini berani tampil seksi dan menggoda. Bahkan dari berbagai informasi yang beredar, sampai memamerkan aurat atau bagian sensitif. Semakin banyak hadiah yang diperoleh, semakin senang para host. Pasalnya dari virtual gifts yang dikirimkan oleh penggemarnya tersebut, bisa ditukarkan dalam bentuk uang.

Menjadi kekhawatiran karena aplikasi smartphone ini begitu mudah didownload baik di Play Store maupun App Store. Sehingga semua orang dari segala usia bisa mengaksesnya. Masih bisa dimaklumi jika yang mengakses adalah orang dewasa karena telah matang berpikir dan mengerti baik buruk. Namun akan berbahaya jika anak kecil yang mengonsumsi layanan seperti ini. Bisa saja para host tidak sampai memamerkan tubuhnya secara terang-terangan karena sekarang aturannya kian ketat, namun mereka tetap melakukan gerakan-gerakan yang memancing. Begitupun percakapan di chatroom yang sangat vulgar tanpa bisa difilter. Orang tua yang memiliki anak kecil atau remaja, wajib untuk mewaspadai fenomena ini.