ArenaLTE.com – Hari ini, XL Axiata mengumumkan penandatanganan penjualan aset (Asset Purchase Agreement/APA) dengan Protelindo yang dilakukan kemarin (28/3/2016). Protelindo merupakan perusahaan penyedia menara independen yang memenangkan proses tender yang diselenggarakan XL untuk penjualan 2.500 tower atau menara dengan nilai IDR 3.568.000.000. Pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai tanpa komponen lain baik saham maupun pembayaran yang ditangguhkan.

Berganti kepemilikan, bukan berarti XL sudah benar-benar melepasnya. Karena bersamaan dengan penjualan aset tersebut, XL juga menandatangani Perjanjian Induk Sewa dimana XL setuju untuk menyewa menara yang telah dijualnya kembali. Namun tidak persis seperti yang dijual. XL menyewa sebanyak 2432 menara dari Protelindo dalam jangka waktu 10 tahun.

Operator ini juga mendapatkan persyaratan sewa yang kompetitif sebagai penyewa utama berupa penghematan atas belanja modal dan biaya perusahaan. Diungkapkan, biaya sewanya per bulan adalah IDR 10 juta untuk tiap tower. Jika dihitung secara total selama 10 tahun, maka kurang lebih biaya sewanya menjadi IDR 2.918.400.000.000 atau lebih hemat sekitar IDR 600 miliar.

Menurut Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Finance XL Axiata, penjualan atas 2500 menara ini merupakan kelanjutan strategi penggunaan aset perusahaan dan memberikan tambahan fleksibilitas untuk memaksimalkan posisi kompetitif. Hal itu dilakukan guna mendukung strategi 3R (Revamp, Rise & Reinvent) yang telah dijalankan sejak tahun lalu.

trafik data XL Gerhana matahari total di belitung

“XL akan menggunakan dana hasil penjualan untuk mengoptimalkan neraca keuangan. Transaksi ini juga menunjukkan kekuatan disiplin XL dalam melakukan transaksi strategis dan merupakan salah satu dari beberapa transaksi penting yang berhasil dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir,” ujarnya. Menurut informasi sebelumnya, hasil penjualan menara tersebut akan dipakai untuk pembayaran utang kepada perusahaan induk Axiata yang dulu dilakukan XL saat membeli Axis.

Penutupan transaksi jual beli menara tersebut diperkirakan dilakukan pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2016. Pada transaksi tersebut, Merill Lynch dari Singapura bertindak sebagai penasihat keuangan ekslusif untuk XL. Sementara Macquire Capital dipercaya menjadi penasihat keuangan ekslusif untuk Protelindo.