ArenaLTE.com – Meski sudah berstatus resmi sebagai sebuah negara, tak bisa dipungkiri nasib Palestina ibarat negara yang berada di dalam pendudukan. Di mana segala sesuatunya bergantung pada keputusan zionis Israel. Di balik kehidupan yang serba bergejolak, bukan berarti denyut sektor telekomunikasi sepi. Sampai saat ini di Palestina ada dua operator seluler yang beroperasi, yakni Jawwal dan Wataniya.

Sebagai negara yang terjajah, tentu menikmati layanan seluler tak bisa seindah di Indonesia. Segala sesuatu urusan terkait frekuensi dan hal-hal teknis harus mendapat persetujuan dari pemerintah Israel. Dan ada kabar baik, dikutip dari Cellular-news.com, antara otoritas Palestina dan Israel telah mencapai kata mufakat untuk penataan frekuensi yang digunakan oleh operator.

“Perjanjian Israel-Palestina dilakukan untuk memfasilitasi operasi jaringan seluler yang akan diarahkan pada pembentukan sistem telekomunikasi modern dan handal bagi rakyat Palestina. Semangat kerjasama dan kompromi yang ditunjukkan oleh mereka yang terlibat dalam mencapai kesepakatan ini sangat dihargai oleh ITU, ” ujar  Sekretaris Jenderal ITU (International Telecommunication Union) Houlin Zhao.

Dalam implementasi selanjutnya, diharapkan operator di sana akan dapat membangun jaringan selular broadband yang benar-benar independen dan terpisah dari jaringan Israel. Selain itu, operasi jaringan selular broadband di kedua negara akan diatur masing-masing oleh otoritas yang berwenang. ITU yang sedang mengadakan World Radiocommunication Conference (WRC-15) di Jenewa, Swiss pada 2 – 27 November, menyambut kesepatakan bilateral ini, khususnya pada alokasi frekuensi 2.100 Mhz yang telah ditandatangani pada 19 November lalu.

Belum lama ini, atas ijin Israel, dua operator seluler Palestina sudah menggelar layanan 3G. Kontras dengan keadaan di Israel yang penduduknya sudah bisa menikmati layanan 4G LTE (Long Term Evolution) untuk layanan internet ultra cepat. Memang dalam kesepakatan yang diambil Israel dengan otoritas Palestina selain 3G, besar kemungkinan akan memperpanjangnya untuk 4G. Walaupun entah kapan pemberian izin tersebut akan terlaksana. Alasan Israel untuk ‘menjaga’ negeri para nabi ini tetap pada jaringan internet generasi kedua hingga kini tidak sepenuhnya jelas. Namun, pemberian izin lisensi 3G ini diduga agar Israel lebih mudah melakukan mata-mata, ketimbang 2G.

Foto: ottawacitizen.com