Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah melakukan beberapa perubahan guna membuat pengalaman pengguna lebih aman melalui sistem Twitter Safety Center yang baru. Sebagai contoh, layanan media sosial microblog ini telah memperkenalkan perubahan pada mekanisme pelaporan, di mana mereka melakukan peninjauan kembali terhadap proses pelaporan pengguna dan meningkatkan fitur “blok”.

Priscila F. Carlita, Communications Manager Twitter Indonesia, menjelaskan bahwa Twitter Safety Center adalah sumber informasi bagi siapa saja untuk belajar mengenai keamanan online, baik di Twitter maupun dunia maya pada umumnya. “Sumber informasi ini adalah hasil kerja sama dengan para ahli keamanan online yang terus memberikan dukungan untuk mempromosikan good digital citizenship. Kami sangat bersemangat untuk membuat sumber informasi ini mudah diakses oleh semua pihak,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Cipluk ini dalam keterangan tertulisnya yang diterima Arena LTE.

Menurutnya, Twitter Safety Center menggunakan beragam tools dan kebijakan perusahaan untuk mengatasi keselamatan pengguna; dengan beberapa bagian yang khusus diciptakan bagi remaja, orang tua dan pendidik. “Ini untuk memahami bagaimana masyarakat dan Twitter dapat mengambil tindakan bersama-sama ketika ada kebijakan yang dilanggar oleh pengguna,” jelasnya.

Dalam perkembangannya di masa yang akan datang, media sosial yang kini memiliki lebih dari 302 juta pengguna aktif bulanan tersebut akan terus melakukan pembaruan terhadap Twitter Safety Center. Sumber informasi ini juga akan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang paling banyak digunakan di Twitter. Pembaca bisa mengetahui informasi lebih lanjut dengan mengunjungi laman safety.twitter.com dan ikuti @safety.