ArenaLTE.com – Karena menyangkut aliran dana, aplikasi yang terkait perbankan memang selalu menjadi sasaran serangan oleh hacker. Wujud serangan yang bisa dilakukan lewat penyisipan malware. Symantec, perusahaan pengembang aplikasi anti virus dan malware, pada bulan Oktober 2013 telah menemukan Android Fakebank. Ini adalah aplikasi palsu bergenre perbankan. Fakebank pun mendapat reaksi keras, dan beramai-ramai ditumpas oleh aplikasi anti malware. Namun apakah Android Fakebank lantas hilang begitu saja?

Ternyata Android Fakebank tak hilang, justru hacker mengembangkan celah baru untuk menghadirkannya dalam wujud serangan berbeda dari sebelumnya. Seperti dikutip dari Ubergizmo.com (19/7/2016), pada bulan Maret lalu sudah terendus korban baru serangan Android Fakebank.

Hasil scan ditemukannya malware Android Fakebank
Hasil scan ditemukannya malware Android Fakebank

Dalam versi barunya, Android Fakebank diketahui bisa mencuri uang dari pengguna melalui data perbankan. Smartphone yang terjangkit malware ini akan melakukan transaksi yang tidak disadari oleh pengguna serta akan menguras isi saldo pada rekening korban.

Hebatnya lagi, malware versi terbaru ini juga punya kemampuan baru, yakni dapat memblokir panggilan ke nomor customer service di berbagai bank. Sehingga korbannya tidak bisa menghubungi bank dan melaporkan adanya transaksi ilegal.
BACA: Inilah Virus dan Malware Android Yang Paling Berbahaya

Malware ini memantau seluruh panggilan keluar dari ponsel, dan tiap kali pengguna mengakses nomor milik bank tertentu, maka malware akan langsung menghambatnya. Sekalipun pengguna cuma ingin memeriksa dan memastikan apakah rekeningnya aman-aman saja, malware bakal tetap memblokirnya guna memberikan hacker waktu lebih untuk menguras uang tabungan.

Malware ini telah sukses menyerang para pengguna di Korea Selatan dan Rusia, dan berpotensi menyerang negara-negara lain dalam waktu dekat. Bagaimana agar Anda aman dan bisa terhindar dari serangan Android Fakebank?  Anda cukup melakukan satu hal saja yaitu jangan sekali-kali menggunakan aplikasi yang didistribusikan selain dari Google Play Store. Selain itu pastikan juga pengembang dari aplikasi yang anda instal sama dengan yang direkomendasikan oleh pihak bank anda.