ArenaLTE.com – Maraknya situs belanja online yang beredar saat ini membuat pemerintah merasa perlu untuk membuat regulasi e-commerce. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, saat ini cetak biru e-comerce atau perdagangan dengan menggunakan akses internet, memasuki tahap finalisasi. Ia belum dapat memastikan secara pasti kapan dapat diselesaikan, sebab pembahasannya melibatkan berbagai kementerian dan lembaga yang kini tengah konsentrasi dalam penanganan perekonomian.

Berkomentara mengenai regulasi e-commerce, Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia justru berharap Pemerintah tidak buru-buru dan terlalu banyak membuat regulasi. Meski dirinya mengakui bahwa roadmap tentang regulasi e-commerce sedang digodok. Namun sayangnya, Triawan tidak menjelaskan bentuk roadmap yang telah dipersiapkan Pemerintah, serta kapan siapnya aturan baru tersebut diberlakukan.

“Jangan terlalu banyak regulasi e-commerce dahulu deh, lebih baik kita mencari hal yang kurang. Seperti akses permodalan, marketing, dan packaging atau kemasan. Biarkan pasar belajar dan jangan terlalu diproteksi dengan banyak regulasi. Karena nantinya akan ada hukum pasar jadi mereka bisa belajar dari kegagalan pihak lain. Karena tidak semua juga pasti akan sukses, pasti yang berhasil hanya beberapa persen saja dan tidak menyeluruh,” ujar Triawan saat ditemui ArenaLTE.com di sela pengenalan program kerja sama Bukalapak.com dan Bank DBS, di Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Baca juga: Pixar Tertarik Garap Film Animasi dari Cerita Rakyat Indonesia

Dirinya  berharap bahwa dukungan bagi para pelaku industri ini sebaiknya dipupuk dahulu, diberikan dukungan dalam perkembangan. Salah satu yang menjadi concern baginya adalah kemasan karena ini bisa menjadi salah satu faktornya. Namun sayangnya, para wirausaha tersebut banyak yang kurang concern mengenai tersebut.

Pentingnya Kemasan bagi Penjual Online dan Offline

 Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Foto: Bimo/ArenaLTE)
Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Foto: Bimo/ArenaLTE)

Triawan menjelaskan bahwa kemasan yang diberikan para penjual Online maupun offline masih terasa kurang menjual dan baik. Meski sebenarnya bentuk kemasan pembungkus ini adalah nilai yang turut diperhatikan para konsumen saat membeli produk.

“Kita bisa lihat kemasan-kemasan yang dijual saat ini masih kurang baik, seperti halnya kemasan mochi saja. Mungkin sudah 50 tahun lewat kemasan itu begitu saja, tidak berubah. Berbeda dengan negara lain, kita bisa lihat Jepang produk yang kecil saja bisa dikemas dengan baik, sehingga membuat orang simpatik dan terasa sayang untuk sekedar membukanya saja,” jelas Triawan.

Ayah dari penyanyi Sherina Munaf ini mengungkapkan, bentuk kemasan yang diberikan para penjual berbasis internet maupun tradisional saat ini masih kurang efektif sehingga tidak menarik. Bentuk yang dibuat masih standar tanpa ada unsur kreatif yang dibentuk untuk kemasan tersebut, seperti halnya desain.

Lebih jauh, Triawan mengatakan, ”bentuk kemasan yang ada tidak harus berporos pada Go-Green meski hal tersebut jangan sampaia dilupakan, namun estetika bentuk yang cantik harus menjadi hal utama. Bentuk cantik, kuat, dan eye-catching yang bisa menarik bagi para pembeli,” pungkasnya.