ArenaLTE.com – Regulasi yang ditelah disusun Pemerintah Indonesia untuk produk impor telepon seluler terutama TKDN smartphone 4G melalui Kementerian Perdagangan (Kemdag), kini kembali diubah. Penggantian ketiga ini masuk dalam Peraturan Menteri Nomor 41/M-DAG/PER/5/2016 yang dilakukan sebagai penggantian dari Peraturan Menteri Perdagangan sebelumnya yang masuk pada nomor 82/M-DAG/PER/12/2012.

Dalam pengubahan peraturan TKDN smartphone 4G ini ada beberapa poin utama yang diberlakukan Pemerintah. Peraturan Menteri yang telah disah kan oleh Thomas Lembong, Menteri Perdagangan ini menyebutkan ada dua kriteria pokok sebagai poin pengubahan peraturan yang telah ditentukan.
Baca juga: Indonesia LTE Conference 2016 Bongkar Kisruh 5 Skema TKDN Ponsel 4G

ilustrasi toko ponsel smartphonePeraturan Menteri Perdagangan ini kini menetapkan dua hal pokok, seperti penetapan untuk importir terdaftar (IT) dan persetujuan impor (PI). Dalam penetapan ini juga disebutkan bahwa ada syarat untuk menjadi IT ponsel, komputer genggam dan komputer tablet, yang telah dikategorikan menjadi dua macam.

Untuk perangkat yang menggunakan teknologi 4G LTE sendiri, dalam peraturan menteri tersebut tidak ada perubahan. Syarat penetapan IT disamakan dengan perangkat berbasis 3G yang hanya ditambah dengan rekomendasi investasi danri Dirjen logam, mesin, alat transportassi dan elektronik dari Kementerian Perdagangan.

“Revisi ini merupakan peluang bagi investasi dengan melihat perkembangan teknologi yang ada,” jelas Karyanto Suprih, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementeian Perdagangan Republik Indonesia, seperti dikutip dari kontan.

Dalam peraturan Menteri nomor 41/M-DAG/PER/5/2016 ini sendiri ada beberapa pasal yang diungkapkan telah diubah, seperti halnya Pasal 4, Pasal 7, Pasal 9A, Pasal 13, Pasal 15, Pasal 17, Pasal 24B, dan Pasal II yang diungkapkan akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2016. Berikut isi peraturan menteri terkait TKDN smartphone 4G yang dapat didownload dalam format PDF.