ArenaLTE.com – Indonesia yang terhitung masih berada di wilayah rawan bencana, memang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), kini mengandeng operator dengan membuat sistem informasi bencana kepada masyarakat.

Operator Tanah Air yang diajak kerja sama langsung adalah PT Telkom sebagai penyedia jaringan komunikasi dan aplikasi sistem. Serta empat operator lainnya yaitu PT Telkomsel, PT Indosat, PT XL Axiata/ Axis, serta PT Hutchison Tri (3) Indonesia.

Sistem informasi bencana yang masih berbasis SMS (Short message service) ini diungkapkan telah diperbarui kecepatannya. SMS akan diterima masyarakat yang berada di lokasi terdampak bencana paling lambat dua menit setelah operator menerima informasi dari pusat penyampaian informasi bencana yang dibangun oleh Kominfo. Pada SMS yang diterima oleh masyarakat, akan tertera nama KominfoBMKG. Sistem ini sekaligus juga akan menyebarkan informasi seputar cuaca ekstrim, tsunami, dan juga gempa bumi.

 

Kerjasama dalam debut sistem informasi bencana ini, memfungsikan beberapa tugas kepada pihak yang terjalin berdasarkan kemampuan instansi tersebut. Mereka menyiapkan sistem informasi bencana yang akan menginformasikan peringatan dini bencana alam, informasi telah terjadinya bencana serta update setelah becana alam itu terjadi.

Kementerian Kominfo bertanggung jawab merumuskan kebijakan di bidang komunikasi dan informatikan dalam penyebaran sisten informasi tersebut, baik saat dalam proses penyampaian maupun lainnya. Sedangkan untuk BMKG akan difungsikan sebagai badan atau pusat informasi penyampaian informasi kebencanaan yang dibangun bersama kominfo. Serta pihak operator, ditugaskan untuk mengirimkan informasi kebencanaan tersebut secara langsung, dan dilakukan sesuai dengan area atau wilayah cakupannya di Indonesia ini.

“Seperti halnya di Jepang, sistem informasi kebencanaan untuk masyarakat terus diperbarui oleh Pemerintah. Implementasi sistem informasi bencana ini diharapkan dapat mengurangi kerugian materiil dan korban jiwa yang disebabkan oleh bencana alam,” jelas Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, di sela acara peluncuran sisten informasi kebencanaan, di Jakarta, Senin (21/12/2015).

Sistem informasi bencana terbaru ini diungkapkan telah berhasil dilakukan uji coba langsung di tiga kota Indonesia, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Sebagai kelanjutan, setelah bekerja sama dengan BMKG, pada tahun berikutnya Kominfo akan bekerja sama dengan lembaga yang memiliki otoritas informasi kebencanaan lainnya. Seperti, Vulkanologi (PVMBG) untuk informasi terkait gunung berapi, Kementerian PU untuk informasi terkait banjir, banjir lahar, tanah longsor, tanah bergerak, kekeringan dan lain lain. Juga Kementerian Kehutanan untuk informasi terkait kebakaran hutan. Serta BNPB dan BPBD untuk informasi penanggulangan bencana.