ArenaLTE.com – Proses refarming frekuensi 1800 MHz pada jaringan 4G LTE di Indonesia, diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, sudah masuk dalam tahap 80 persen penyelesaian. Proses tersebut juga diungkapkan telah menyelesaikan sekira 35 cluster dari 42 cluster yang telah ditargetkan penyelesaiannya.

“Refarming frekuensi 1800 MHz saat ini sudah berjalan 80 persen, sudah diselesaikan 35 cluster diselesaikan dari 42 cluster yang ditargetkan pengerjaannya,” jelas Rudiantara di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca: Menkominfo: Refarming 1800 MHz untuk 4G LTE di Seluruh Indonesia Selesai November

Dirinya juga meyakinkan, November kemungkinan memang sudah selesai dan tepat waktu, sehingga kemungkinan akses teknologi jaringan 4G LTE di 1800 MHz sudah bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Tanah Air. “Saat ini sepertinya sudah masuk ke wilayah Jawa Tengah, kemudian akan diakhiri di Jakarta dan diharapkan November sudah selesai,” tambahnya.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kemkominfo telah bekerja sama dengan empat operator seluler untuk mengebut pengerjaan refarming frekuensi 1800 MHz untuk jaringan 4G LTE. Pita frekuensi tersebut akan diisi oleh Telkomsel (22.5MHz), XL (22.5MHz), Indosat (20MHz), dan Tri (10 MHz).

Telkomsel

Dari pihak Telkomsel sebagai pemilik blok 4G sebesar 22.5MH di 1.800MHz, menerangkan bahwa proses pengerjaan refarming tersebut cukup berjalan sukses. Hingga Minggu ke-2 Oktober 2015, perusahaan teleh menyelesaikan 31 cluster dari 42 cluster yang ditargetkan.

Aldin Hasyim, Manager Public Relation Telkomsel, mengungkapkan,”Semua titik propinsi di Indonesia sudah hampir rampung, tinggal memasuki wilayah Jateng, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jabodetabek,” jelasnya saat dihubungi ArenaLTE.com.

Indosat

Ditemui dalam acara Ideabox pada Minggu (21/10/2015), Alexander Rusli, President Director Indosat, mengungkapkan bahwa sama dengan operator lainnya karena pengerjaan ini serempak dilakukan maka penyelesaian akan kemungkinan sama waktunya.

“Bareng-bareng dengan yang lainlah, semua sudah serentak masuk Jawa Tengah. Base tranceiver station (BTS) kita juga sebenarnya sudah ada teknologi ini, jadi tinggal tunggu lisensi dan di-on saja,” jelas Alex mengungkapkan.

Dirinya juga berharap bahwa saat proses pengaktifan jaringan 4G LTE ini, pelanggan dalam jaringan 2G yang dimiliki tidak terjadi erro atau blank.

Tri (3)

Hal yang sama juga diungkapkan Dolly Santosa, Chief Sales & Marketing Officer Tri (3) yang mengungkapkan bahwa dalam langkah yang sama dengan operator lainnya.”Schedule memang sudah ada pengerjaan sudah sesuai jadwal, baik di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sudah. Dan di penghujung bulan ini yang mau masuk ke November, sudah masuk ke pulau Jawa Tengah,” jelasnya.

Namun dirinya meyakinkan, meski refarming sudah selesai dijalankan oleh perusahaan tidak bisa dipastikan bahwa teknologi ini bisa langsung aktif digunakan.”Kami harus meyakinkan jaringan sudah cleanup, di jalur sudah bersih tidak ada gangguan bagi pengguna. Saat ini kita sudah ada lebih dari 37.600 BTS dan semua sudah 4G,” tambah Dolly.