ArenaLTE.com – Tarif biaya interkoneksi antar operator memang akan mempengaruhi besarnya biaya tarif yang ditetapkan operator kepada pelanggan. Perubahan itu diharapkan bisa segera dihitung ulang, sehingga tidak lagi membebani pelaku industri telekomunikasi. Karena dampak dari biaya interkoneksi ini juga, memang untuk memberikan  efek efisien bagi para penyelenggara telekomunikasi Tanah Air.

Heru Sutadi selaku pengamat telekomunikasi dan juga tercatat sebagai mantan anggota badan regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI), mengungkapkan,”Dalam kondisi ekonomi yang lesu dan daya beli rendah saat ini, interkoneksi harus dihitung ulang. Aturannya harus direvisi, sehingga tidak lagi menggunakan perhitungan formula LRIC, tetapi sudah cost atau cost+ (plus),” jelasnya saat dihubungi ArenaLTE.com via pesan WhatsApp, Selasa (15/9/2015).

Dirinya juga menuturkan, penetapan hitung ulang biaya interkoneksi yang akan dilakukan, memang akan lebih diutamakan untuk efisiensi. Selain itu juga, penetapan tersebut untuk memberikan penetapan biaya tarif ke pelanggan dari operator lebih murah, sehingga tidak terlalu membebani pelanggan.

“Penghitungan Long Run Incremental Cost (LRIC) dahulu memang lebih dipakai untuk melindungi operator khususnya legacy dari Telkom. Namun saat ini, sudah tidak ada legacy cost tersebut, jadi dihitung saja biaya Networks elemen yang mungkin ditambah margin jadi cost atau cost+,” tambah Heru menuturkan perhitungan interkoneksi baru nanti.

Menurutnya, biaya atau tarif yang ditetapkan oleh operator Tanah Air termasuk dalam tarif data atau akses internet, masih terlampau tinggi. Hal itu juga sudah mengacu pada pelanggaran yang dilakukan dari kesepakatan dunia tentang penyelenggaraan komunikasi secara menyeluruh.

“Layanan data saat ini masih mencekik leher dan melanggar kesepakatan dunia, karena seharusnya layanan broadband harus terjangkau,” tulisnya dalam pesan konfirmasi.

Dirinya juga menyayangkan bahwa dalam beberapa tahun belakangan, tarif diam-diam telah dinaikkan.”Murah hanya dalam satu operator saja (telefon antar operator murah), namun sayang tarif akan mahal jika berbeda dan tidak satu operator,” tambahnya.

Untuk diketahui, penghitungan total biaya setiap layanan per tahunnya memang harus menjadi perhatian. Perhitungan biaya total dari setiap jasa layanan setiap tahun dihitung dengan mempertimbangkan routing factor dari setiap jasa layanan dan besar biaya total dari elemen jaringan secara menyeluruh.