ArenaLTE.com – Pembangunan infrastruktur jaringan yang tak bisa dijangkau operator di daerah terpencil, kini akan dilakukan Pemerintah melalui jalur Palapa Ring. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa pembangunan tersebut untuk mengkoneksikan 57 Kabupaten/ Kotamadya di Tanah Air.

“Skemanya di struktur dengan kerjasama Pemerintah Swasta (KPS), di mana peserta tender yang ditetapkan nanti adalah yang melakukan pembangunan dan mengoperasikan selama 15 tahun. Dengan jaminan pasar oleh Pemerintah,” jelas Rudiantara, di sela acara Golden Ring Award 2015 di Jakarta, Senin (16/11/2015).
Baca juga: Menkominfo: Refarming 1800 MHz untuk 4G LTE di Seluruh Indonesia Selesai November

Rudiantara¬†menjelaskan, terkait Palapa Ring, Pemerintah akan menjamin mengenai penjualan, baik dipakai atau tidak nanti akan Pemerintah yang tanggung jawab. Karena hal tersebut diungkapkannya diselenggarakan dari Dana USO yang ada. “Jadi selama 15 tahun itu, jaminan berada di tangan Pemerintah,” ungkapnya.

Lelaki yang akrab disapa chief RA menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Palapa ring sedang memasuki prakualifikasi yang sudah selesai. “Akhir bulan dokumen RFP-nya akan dikeluarkan. Jadi, dalam waktu dekat para peserta bisa menyampaikan proposalnya. Penetapan pemenang akan juga dikeluarkan pada kuartal 2016,” jelasnya.

Chief RA mengungkapkan bahwa Palapa Ring akan mencakup untuk pembangunan sekira 57 atau kurang lebih 60 kabupaten kotamadya untuk terhubung jalur komunikasi. “Pembangunan palapa ring ini juga adalah sebagai alternatif pembangunan broadband, yang awalnya tidak feasible¬†dari keuangan operator,” jelasnya.

Proyek Palapa Ring dituturkannya harus selesai 2018, termasuk untuk pembangunan pita broadband lainnya yang dilakukan operator. “Semua pembangunan backbone broadband baik di struktur oleh Palapa Ring maupun operator harus selesai pada 2018,” ungkapnya.