ArenaLTE.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), menerangkan bahwa telah menutup akses sementara empat situs yang diduga telah meresahan masyarakat Tanah Air. Keempat situs yang ditutup tersebut adalah i-doser.com, idoseraudio.com, idosersofware.com, dan istoner.com, terkait informasi tentang adanya narkotik digital (digital narcotic).

“Ke-empat nama domain tersebut telah diblokir dan masih bersifat sementara, selanjutnya akan ada rapat anggota panel terkait hal tersebut yang akan dilakukan pada hari Jumat ini. Rapat akan menentukan keputusan apakah blokir permanen atau dibuka kembali,” jelas Ismail Cawidu, Kepala Pusat Humas Kominfo, dalam keterangannya via WhatsApp.

Menurutnya, penutupan empat situs tersebut adalah tindakan atas beredarnya informasi ke masyarakat terkait narkotik digital. Pasalnya, sebelumnya diungkapkan bahwa ke-empat website dan aplikasi i-doser tersebut diduga mengandung narkotika dalam bentuk digital.

Hal tersebut juga diterangkan pihak kementerian melalui situs resminya,” Mengingat informasi ini telah menimbulkan keresahan masyarakat, maka Kementerian Kominfo sementara ini telah meminta kepada Internet Service Provider (ISP) untuk memfilter empat nama domain (i-doser.com, idoseraudio.com, idosersofware.com, dan istoner.com) agar tidak dapat diakses oleh publik,” Rabu (14/10/2015).

Pemblokiran yang masih bersifat sementara ini, kabarnya akan ditindaklanjuti dengan Rapat Anggota Panel yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2015. Rapat diungkapkan untuk mengambil keputusan apakah keempat domain tersebut akan diblokir permanen atau dibuka kembali nantinya.

Namun, pihak Kemkominfo mengungkapkan bahwa telah berkordinasi dengan pihak badan narkotika nasional (BNN) dan melalui surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 13 Oktober 2015, telah membantah bahwa satu aplikasi i-doser tersebut bukan tergolong narkotika seperti informasi yang beredar.

Comments

  1. […] Dijelaskan juga bahwa situs situs narkotika digital idoser.com telah menggunakan nama istilah digital Narcotics yang disamarkan. Hal itu digunakan untuk menyamarkan atau sebagai strategi pemilik situs. Dari hasil penyelidikan pihak BNN menjelaskan, unsur yang dimiliki dalam situs adalah musik yang dikemas dalam gelombang suara atau frekuensi yang berbeda untuk telinga kiri dan telinga kanan. Baca: Kominfo Tutup Akses Empat Situs yang Mengandung Narkotik Digital […]