ArenaLTE.com – Perseteruan dua operator Tanah Air, Indosat Ooredoo dan Telkomsel yang diinformasikan terjadi karena adanya persaingan yang tak sehat. Diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, bahwa hal tersebut sebenarnya bukan perang operator. Menurutnya tidak ada isu yang mengungkapkan akan keberatan Network sharing dan interkoneksi.

“Setahu saya yang ramai itu lebih ke battle tapi not war, seperti pertempuran tapi bukan perang operator. Itu yang perihal 1 rupiah, seperti battle kan bukan war,” jelas Rudiantara di sela acara syukuran pembelian 2.500 menara XL Axiata oleh Protelindo.

Rudiantara pun tak berani berspekulasi perihal indikasi akan perseteruan dua operator Indonesia ini. Bahkan, dirinya menepis akan adanya isu tentang tarif interkoneksi dan Networks sharing menjadi yang paling menonjol dari perseteruan tersebut.Rudiantara

Seperti diinformasikan sebelumnya, keributan ini diawali dari sindiran pedas lewat spanduk dan lini masa media sosial Indosat Ooredoo terhadap tarif mahal Telkomsel. Promosi tanpa tedeng aling-aling ini dilakukan karena Indosat merasa keberatan terhadap praktik persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan Telkomsel. Terutama di area luar pulau Jawa.

Padahal akibat dari perseteruan ini, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) melakukan panggilan terhadap Telkomsel. Pemanggilan itu dilakukan Jumat (24 Juni). Hal itu diungkapkan ketua KPPU, M. Syarkawi Rauf, kepadaArenaLTE. “Jumat, kita akan panggil Telkomsel untuk memberikan keterangan,” jelasnya.

Pun demikian, KPPU menilai bahwa jika perseteruan tersebut karena adanya praktik monopoli yang dilakukan oleh Telkomsel, maka tentunya ada sanksi yang akan diberikan pihak komisi.

“Monopoli tidak dilarang, namun yang salah itu adalah menyalah-gunakan monopoli tersebut. Seperti halnya memberlakukan harga yang tinggi, sementara tak ada pilihan bagi pelanggan karena hanya mereka yang ada di wilayah tersebut. Indikasi lain juga seperti borong kartu Indosat. Jika ini betul-betul terjadi, maka itu termasuk dalam pelanggaran dan akan dikenakan sanksi,” jelas Syarkawi.