ArenaLTE.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Rudiantara, mengungkapkan komitmennya membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah perbatasan terutama Kalimantan. Kominfo targekan pembangunan  BTS (base tranceiver station) di 115 desa. Pembangunan tersebut diungkapkan akan diambil dari dana universal obligation service (USO) 2015, sebagai subsidi operator yang membangun sarana di wialayah tersebut.

“Di 115 desa di perbatasan Kalimantan dengan negara tetangga semester-II 2016 sudah terpasang, sehingga desa tersebut tidak lagi terisolasi dari sisi telekomunikasi. Ada pembangunan BTS 3G dan 2G, nantinya ada proses seleksi untuk operator disana,” jelas Rudiantara, di sela acara Konferensi Pers Penutupan 22 Situs Film Bajakan di Internet, Selasa (18/8/2015).

Menurut lelaki yang akrab disana Chief RA ini menjelaskan, secara finansial keuangan belum feasible maka akan itu akan diberikan subsidi yang berasasl dari USO. Seperti diketahui bahwa dana kewajiban tersebut (USO) adalah dana pelayanan umum yang dikumpulkan para operator telekomunikasi yang memang diperuntukkan dan didesain ulang untuk pengembangan jaringan telekomunikasi di Tanah Air.

Sebagaimana berita sebelumnya, dana pembangunan infrastruktur tersebut diutamakan untuk pembangunan BTS. Hal tersebut membutuhkan kira-kira Rp250 miliar, seperti diungkapkan oleh Wayan Toni Supriyanto, Direktur Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Kemenkominfo.

“Rencananya sampai akhir tahun kami ingin membangun 125 BTS seperti ini dengan dana sebesar Rp 250 miliar. Lokasinya ditentukan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan,” jelas Wayan.”Pada 2015 ini dana USO sudah terkumpul sekira Rp8,1 triliun,” tambahnya.

Namun sayangnya, penjelasan Wayan dengan Rudiantara sepertinya bertolak belakang. Pasalnya, disebutkan sebelumnya bahwa Direktur BP3TI ini mengungkapkan hanya Telkomsel yang bersedia membangun BTS di perbatasan tersebut. Bahkan, sebelumnya bahwa Telkomsel telah mengklaim ada sebanyak 480 BTS di seluruh wilayah perbatasan Indonesia telah dibangunnya.

Tetapi berbeda dengan keterangan yang diberikan Kemkominfo yang mengungkapkan akan ada proses seleksi operator untuk pembangunan di wilayah perbatasan tersebut. Sehingga memungkinkan bahwa ada peluang bagi operator lain, seperti Indosat, XL Axiata, Hutchison Tri Indonesia dan Smartfren untuk membangun infrastrukturnya. (bda)

Comments