ArenaLTE.com – Infrastruktur sharing atau network sharing oleh operator yang diajukan Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), memang tidak serta merta memberikan dampak positif untuk industri telekomunikasi di Tanah Air. Ivan Cahya Permana, Vice President Technologies and System Telkomsel, mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa memberikan gangguan komunikasi seragam tanpa alternatif pilihan operator.

Menurut Ivan, infrastruktur sharing yang akan dilakukan operator memiliki banyak dampak positif, namun diungkapkannya hal itu juga memiliki kerugian yang tidak sedikit. Salah satu hal negatif dari dampak sharing tersebut, kemungkinan adalah adanya kualitas layanan yang akan diberikan bisa seragam dirasakan masyarakat.

“Sisi baik dari infrastructure sharing, satu efisiensi untuk operator dalam membangun jaringan. Jadi semisal biaya operator dalam membangun dari 100, kini bisa menjadi 70. Namun sayangnya, sisi kualitas operator ke pelanggan bisa seragam, jadi kalau satu BTS mati semua akan mati,” jelas Ivan Cahya Permana, di sela diskusi acara infratrusktur sharing percepatan pebangunan broadband, di Jakarta.

Dirinya juga mengakui nantinya tidak akan ada alternatif pilihan bagi masyarakat daam berkomunikasi. Menurunya, jika masyarakat yang awalnya terbiasa bawa dua ponsel dengan operator berbeda, maka saat BTS sharing mengalami kendala atau mati, tentunya tidak ada guna perangkat dan nomor telefon tersebut.

Ivan menceritakan, regulasi infrastructure sharing ini pernah dijalankan oleh operator lain di negara Prancis, namun akhirnya dihentikan juga. Hal tersebut dikarenakan adanya dampak terhadap kualitas dan cakupan sinyal (coverage) yang terganggu dan mengurangi kenyamanan komunikasi.
Baca juga: Infrastruktur sharing bukan sekedar efisiensi jaringan

“Regulator Prancis pernah dijanjikan dengan kualitas dan coverage, namun akhirnya tidak terbukti. Artinya, jika hal ini akan diterapkan di sini diharapkan Pemerintah atau regulator memastikan kualitas dan coverage meningkat. Berikan komitmen yang benar, seperti halnya bangun dipercepat dari 100 menjadi 200, kemudian pilih area yang benar kosong jangan hanya fokus di ramai,” jelas Ivan.

Dirinya juga berharap bahwa selain komitmen, nantinya ada efisiensi dana serta pendapatan yang dihasilkan dari Networks sharing tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu percepat penetrasi jaringan. Dan hal tersebut bisa berjalan baik jika ada pemantauan dan komitmen dari semua pihak.