ArenaLTE.com – Kerja sama tiga operator seluler Indonesia (Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat) dengan Alphabet (induk perusahaan Google) mendapat perhatian banyak pihak. Salah satunya organisasi telematika ICT Watch yang menyatakan bahwa Pemerintah juga harus turut memberikan porsi yang adil untuk penerapan teknologi lain yang dikembangkan di Tanah Air. Salah satunya adalah regulasi penggunaan frekuensi radio untuk teknologi OpenBTS.
Baca: Balon Internet ‘Project Loon’ Mampu Jangkau Lebih dari 17 Ribu Pulau di Indonesia

Dalam keterangan pers yang diterima ArenaLTE.com, di Jakarta, Jumat (30/10/2015), Donny Budy Utoyo, Direktur Executive ICT Watch mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya rencana dan janji kerja Pemerintah dalam mengatasi kesenjangan infrastruktur telekomunikasi untuk memprioritaskan wilayah terpencil di Tanah Air.

“Bersama ini kami dari ICT Watch menyatakan mendukung sepenuhnya rencana dan janji kerja pemerintah Indonesia dalam mengatasi kesenjangan infrastruktur telekomunikasi sebagaimana tertulis dalam Buku 2, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, bab 9 dan halaman 36,” tulis petinggi ICT Watch tersebut dalam pernyataannya.

Dalam RPJMN memang disebutkan bahwa jangkauan layanan akses telekomunikasi universal dan Internet  mencapai 100% di wilayah USO (universal service obligation – Red), dengan prioritas daerah terpencil, terluar dan perbatasan. Dan hal ini, telah menjadi konsen Pemerintah yang sangat didukung oleh organisasi pencetus internet sehat ini.

Meski demikian, dalam keterangan tersebut dirinya juga berharap bahwa Pemerintah memberikan atau memfasilitasi teknologi yang juga sedang dikembangkan di Indonesia yang mengunakan teknologi nirkabel yang dianggap cukup efisiens dengan ekosistem yang mendukung.

“Kami kembali mengingatkan kepada pemerintah, sebagaimana tertulis selanjutnya pada bab 9, halaman 66 buku tersebut (RPJMN) bahwa salah satu strategi yang akan ditempuh adalah ‘memfasilitasi netralitas teknologi agar industri dapat menggunakan teknologi nirkabel yang paling efisien dengan ekosistem yang mendukung,’” tambahnya.

Pemanfaatan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas, tersebut diharapkan juga diterapkan pada porsi yang sama untuk pengembangan teknologi OpenBTS saat ini. Sehingga pemanfaatan pita frekuensi 900MHz, untuk teknologi netral bisa berjalan.

Pasalnya, implementasi teknologi Project Loon Google di Indonesia, yang nota kesepahamannya baru saja ditandatangani disebutkan beberapa sumber informasi menggunakan pita 900MHz. Frekuensi untuk teknologi netral ini diharapkan juga bisa digunakan pada OpenBTS yang juga menjadi bagian janji Pemerintah.

OpenBTS adalah teknologi yang telah terbukti dapat dikembangkan dari-oleh-masyarakat Indonesia untuk membantu mengatasi kesenjangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, juga dalam situasi gawat darurat kebencanaan.