ArenaLTE.com – Xiaomi masih berjalan di trek yang sama untuk beberapa seri keluarannya. Tetap berani merilis seri murah dengan spesifikasi ‘mewah’. Bukan bermaksud memuji, tapi Xiaomi tergolong bandel di arena kompetisi pasar smartphone dengan konsepnya tersebut. Kali ini giliran Xiaomi Redmi 3s yang ‘nyelonong’ begitu saja melengkapi seri Redmi 3 yang rilis Maret 2016 lalu.

Banyak spekulasi seputar cara Xiaomi menutup beban produksi, sehingga seri keluarannya bisa dijual dengan harga begitu rendah. Bahkan, ada yang bilang kalau Xiaomi merugi gara-gara selalu menjual produknya di bawah harga pasar. Entahlah. Tapi yang pasti, Xiaomi Redmi 3s sudah datang. Dan harganya? Masih murah!

xiaomi redmi 3s fingeprintPertama-tama, patut diperhatikan kalau Xiaomi Redmi 3S adalah salah satu smartphone alternatif Redmi 3 yang membidik segmen bawah dengan harga jual kompetitif. Sang vendor membanderolnya di kisaran 700 yuan atau sekitar IDR 1,4 jutaan (kurs 2000). Menariknya, ternyata Redmi 3S ini sudah mendukung fingerprint sensor dimana buat seri entry level, fitur seperti ini masih jarang ditemukan.

xiaomi redmi 3sXiaomi Redmi 3s langsung menempel ketat Meizu m3s (update dari m3) yang baru saja dirilis dengan embel-embel ‘s’ juga. Sebagai versi pelengkap, Xiaomi Redmi 3s tentu saja menampilkan beberapa upgrade dari Redmi 3. Seri ini juga menyisipkan beberapa nilai tambah dengan harga jual setara.

Xiaomi Redmi 3s masih tetap dibenami layar 5 inci pada resolusi HD 720p. Juga masih dibungkus dengan material casing logam pada dimensi 139.3×69.6×8.5mm dan bobot 144 gram. Bedanya, seri ini punya tambahan fingerprint reader atau sensor sidik jari berbentuk membulat di bodi belakangnya.

Di bagian internalnya, terdapat sedikit perubahan. Smartphone ini tak lagi memakai  chipset Qualcomm Snapdragon 616 seperti pada Redmi 3. Sang vendor menggantinya dengan Snapdragon 430. Keuntungan 430 dibanding 616 adalah pengolah grafisnya lebih baru yakni Adreno 505 serta didukung modem 4G LTE yang lebih baik (X6 LTE). Hanya saja, prosesor 430 memiliki clockspeed lebih rendah dari 616.

Ngomong-ngomong soal jaringan LTE sangat erat kaitannya dengan kualitas kecepatan internet.  Chipset Snapdragon 616 masih memakai modem X5 LTE. Spesifikasinya antara lain dukungan LTE Cat. 4 dengan kecepatan upload 50 Mbps dan download 150 Mbps. Sudah mendukung LTE FDD dan TDD, WCDMA, EV-DO dan CDMA 1x, GSM/EDGE dan TD-SCDMA.

Sementara modem X6 LTE pada Snapdragon 430 sedikit lebih sempurna dimana LTE Cat. 4-nya punya kecepatan upload lebih ngebut hingga 75Mbps tapi kecepatan download tetap sama. Kelebihan lain, seri ini mendukung carrier aggregation.

Stop, cukup bahasan soal teknologi yang bikin pusing. Kita lanjut.

Oh ya, baterai tetap jadi kekuatan menonjol dari ponsel ini. Dengan kapasitas 4100mAh, Redmi 3s punya stamina lebih kuat dari rata-rata seri lain sekelasnya yang baterai rata-rata hanya di kisaran 2000-3000mAh.

Di sektor memori, Xiaomi Redmi 3s menawarkan dua pilihan yakni varian dengan RAM 2GB dan memori internal 16GB atau RAM 3GB dan memori internal 32GB. Sementara untuk kameranya, terpatri sensor berkekuatan 13MP di bodi belakang lengkap dengan LED flash dan suntikan fitur phase detection auto focus (PDAF). Buat selfie, tersedia kamera 5MP disokong aperture f/2.2.

Seperti sudah disebut di atas seri ini punya dua varian. Nah, harga Xiaomi Redmi 32 versi 2GB/16GB dipatok sekitar 700 yuan atau setara IDR 1,4 jutaaan. Sementara untuk mendapatkan versi 3GB/32GB kita harus merogoh kocek sekitar 900 yuan atau IDR 1,8 jutaan.

Seri ini mengebrak Tiongkok mulai 16 Juni  2016. Sementara buat pasar global masih belum ada informasi lebih detil, apalagi di Indonesia. Secara, Xiaomi terlihat ragu-ragu buat masuk secara resmi ke negeri ini lantaran aturan TKDN. Padahal gelombang produk black market dari vendor ini begitu deras membanjiri pasar.