Twitter: Layanan 4G LTE Indonesia Belum Bisa Diandalkan

ArenaLTE.com - ArenaLTE.com - Mungkin tidak banyak yang tahu, sejak setahun yang lalu konten update dan status di Twitter sudah lebih dari 140 karakter. Kini melalui Twitter Indonesia nge-tweet bukan hanya sekedar teks saja, kita bisa upload video 30 detik, kita juga bisa gunakan Vine dan yang paling banyak disukai oleh pengguna sekarang ini adalah periscope yaitu layanan video streaming pertama yang diluncurkan Twitter.

Hal ini diungkapkan oleh Roy Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia dalan acara Indonesia LTE Conference yang diadakan oleh ArenaLTE.com beberapa waktu lalu. Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Twitter Indonesia ini juga mengungkapkan tren pengguna Twitter dengan memanfaatkan ketersediaan layanan 4G LTE di Indonesia.

[caption id="attachment_21614" align="aligncenter" width="800"]Roy Simangunsong, Country Director Twitter Indonesia di ajang Indonesia LTE Conference 2016 (Foto: Hendra/ArenaLTE) Roy Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia di ajang Indonesia LTE Conference 2016 (Foto: Hendra/ArenaLTE)[/caption]

Lebih jauh, Roy mengungkapkan bahwa dengan komponen-komponen fitur dan layanan yang sudah dimiliki oleh Twitter, fokus yang terbesar di era 4G LTE adalah video. Kenapa video? Karena twitter itu identik dengan sesuatu yang sifatnya LIVE. Semua aktifitas terkini bisa kita lihat dan bisa kita dapatkan informasinya melalui Twitter Indonesia.

Contohnya ketika Jokowi sedang di Korea kita bisa melihat berbagai video aktifitasnya yang di share pengguna Twitter. Bahkan ketika Jokowi sedang di San Fransisco melakukan video streaming menggunakan Periscope, tentu saja untuk melakukan video streaming ini membutuhkan bandwidth yang cukup besar yang sudah disediakan oleh jaringan 4G LTE.

Komponen lainnya yang tak kalah penting adalah Twitter kini sudah memiliki fitur GIF, yaitu gambar bergerak yang digemari penggunanya. Jadi terlihat jelas semua komponen Twitter identik dengan sesuatu yang LIVE dan membutuhkan akses internet yang cepat seperti 4G LTE.

Namun sayangnya, Roy Simangunsong juga menganggap bahwa sebenarnya layanan 4G LTE di Indonesia belum bisa diandalkan. Kenapa? Karena penyebarannya belum merata, jika dilihat dari kicauan pengguna Twitter masih banyak yang mengeluhkan ketidak stabilan jaringan 4G LTE di berbagai daerah.

Roy juga mengungkapkan jika 77% Pengguna twitteradalah pengguna aktif setiap harinya, dan dari 100% pengguna Twitter sekitar 48-50% nya banyak menggunakan video. Video ini memiliki fitur auto play dan adaptif jadi ketika jaringan tidak available maka akan muncul dalam bentuk thumbnail.

Lebih jauh mengenai konten video di Twitter, Roy menjelaskan bahwa kebiasaan menonton video kini jadi semakin pendek. Konten video di twitter tampil di timeline dan videonya memang kecil, dan berdasarkan analisanya “golden momen” orang menonton video di Twitter hanya hanya 10 detik saja.

Padahal di twitter kita bisa membuat video hinga 10 menit, namun hanya video yang benar-benar menarik saja yang akan ditonton hingga lama. Hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya yaitu form factor (menonton video jadi lebih sulit), permasalah kuota data, akses internet dan berbagai kendala keterbatasan lainnya.

Selain itu, tujuan utama pengguna sosial media bukan untuk menonton video, jadi golden momennya hanya 10 detik saja. Bahkan Roy menegaskan bahwa sebuah konten video dalam durasi 3 detik pertama harus memiliki impresi andalan agar pengguna mau melanjutkan menonton video di sosial media.

Di era 4G LTE sekarang ini, Twitter memang sudah fokus terhadap layanan video dan multimedia, seperti misalnya Twitter kini sudah bisa diintegrasikan dengan soundcloud, jadi misalnya ada orang ngetweet dari sound cloud kita bisa langsung dengarkan.

Selain itu, Big data yang dimiliki oleh Twitter sudah banyak digunakan oleh banyak perusahaan karena ada koneksi dan banyak data yang bisa dimanfaatkan di Twitter. Hal ini yang membuka peluang baru bagi para pelaku usaha yang membuat kehadiran 4G LTE ini bisa bermafaat dan digunakan oleh banyak orang.

“Namun kembali lagi, sudah seharusnya jaringan 4G LTE itu menjadi solusi layanan yang bisa diandalkan, karena ekspektasi masyarakat pengguna adalah jaringan 4G LTE yang stabil dan lancar. Dengan konsistennya jaringan 4G LTE maka apapun yang akan dilakukan oleh konsumen akan terasa manfaatnya,” pungkas Roy.

Leave a Comment