ArenaLTE.com – Selain dikenal memproduksi smartphone yang merupakan pesanan dari perusahaan lain seperti Apple iPhone, Foxconn rupanya juga berminat memproduksi smartphone sendiri. Perusahaan manufaktur asal Taiwan ini tengah mengembangkan ponsel Luna yang cukup sukses di Korea Selatan.

Smartphone terbaru ini mengusung desain logam yang ramping dengan material dan kualitas yang diklaim sekelas iPhone. Fiturnya kompetitif dengan harga terjangkau, sekitar setengahnya dari kebanyakan ponsel premium, sehingga memiliki kekuatan menonjol di pasar.

ponsel-luna

Selain fungsi kompetitif, body dengan material logam (metal) yang tipis seperti yang ditemukan di iPhone menarik minat bagi konsumen muda. Terlebih jika dibandingkan dengan kompetitor di harga yang sama, ponsel budget biasanya memiliki material yang terbuat dari plastik.

Dilihat dari spesifikasi yang diusung, ponsel Luna memang terlihat meyakinkan. Semartphone ini mendukung konektivitas 4G LTE dengan diperkuat prosesor high-end Qualcomm Snapdragon 801. Layarnya berukuran 5,5 inchi yang menawarkan visual cukup apik. Sementara itu sektor fotografi dibekali dengan dua kamera 13 MP AF (F/2.0) dan 8 MP FF wide-angle (F/1.8) yang sanggup merekam momen indah.

Di Korea Selatan, ponsel Luna dipasarkan bekerjasama dengan operator terkemuka SK Telecom. Di negeri K-Pop tersebut, ponsel pintar ini dibanderol dengan harga 449.900 won ($380) atau IDR 5  jutaan, yang menawarkan spesifikasi premium di level harga kelas menengah.

“Ponsel Luna sangat populer di kalangan pengguna smartphone anak muda di Korea Selatan. Karena konsumen muda lebih memprioritaskan desain, fungsionalitas dan harga,” kata Terry Gou, CEO Foxconn, dalam siaran pers yang diterima ArenaLTE.com. Bukti dari besarnya minat tersebut, diungkapkan Gou, membuat ponsel Luna ludes terjual 36 ribu unit hanya dalam waktu 3 minggu sejak peluncuran pertama.

Smartphone ini terjual habis beberapa kali di toko online resmi SK Telecom, dan banyak distributor mengalami kekurangan stok karena permintaan yang lebih tinggi dari perkiraan. Dalam waktu singkat, Luna meloncat menjadi merek ponsel papan atas. Walaupun masih baru, namun langsung menduduki posisi nomor dua smartphone kelas menengah (mid-range) dengan menguasai market share 28,4% di Korea Selatan pada tahun 2015. (Sumber Korea Mobile Communication Industry  & SK Telecom published data).

Sukses di Korea Selatan, ponsel Luna pun ingin mencoba peruntungan di pasar Indonesia. Sayangnya, belum ada informasi lebih rinci mengenai waktu peluncurannya. Apakah ponsel ini akan meraih sukses seperti halnya Samsung dan iPhone, ataukah sebaliknya mengalami nasib tragis seperti OnePlus? Kita lihat saja nanti.
BACA: Never Settle, Ini Penyebab OnePlus Hengkang dari Indonesia