ArenaLTE.com – Lenovo mengungkap dua amunisi dari keluarga Moto series yakni Moto Z dan Moto Z Force. Kedua seri ini pada dasarnya merupakan dua versi smartphone flagship yang tak jauh berbeda. Hanya saja Moto Z memiliki bodi lebih ramping dan Moto Z Force punya potongan badan lebih besar karena punya baterai besar.

Sebagai smartphone terkini, kedua perangkat ini tentu saja sudah mendukung jaringan berkecepatan tinggi. Yups, kalian akan menemukan jalur data 4G LTE yang bisa menangani berbagai band. Untuk pasar AS, seri ini bisa berjalan di band 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 13(700). Berkat dukungan LTE Cat9, keduanya bisa ngebut dengan kecepatan download 450Mbps dan upload 50Mbps.

moto ZMoto Z merupakan ponsel dengan ketebalan bodi 5,2 mm yang bodinya dirancang dari material berkualitas tinggi bahan aluminium bahan pembuatan pesawar terbang yang dikombinasikan dengan logo stainless steel. Smartphone ini disuplai layar AMOLED seluas 5,5 inci pada resolusi  QHD.

Buat jeroannya, sang vendor membenamkan chipset Qualcomm paling mutakhir saat ini, Snapdragon 820. Buat meningkatkan performanya, Lenovo menyisipkan RAM 4GB serta menawarkan dua pilihan memori internal 32/64GB.

Berpindah ke sektor fotografi, ponsel cerdas ini sudah menanamkan kamera utama 13MP di bodi belakangnya, lengkap dengan dukungan fitur seperti laser autofocus, OIS dan dual-tone LED flash. Sementara buat narsis, disisipkan juga kamera depan resolusi 5MP yang sudah disusupi lensa wide angle.

Handset ini punya sensor sidik jari serta dibungkus coating tahan air. Buat bertahan hidup, Moto Z ditenagai baterai berkapasitas 2600mAh yang bisa dicas super cepat. Cukup dengan mengecas selama 15 menit, Moto Z bisa bertahan hingga 8 jam. Oh ya, seri berbasis sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow ini punya konektor USB Type-C.

Moto Z ForceSaudaranya, Moto Z Force memiliki bodi lebih gempal dengan ketebalan 6,99 mm. Hal ini karena smartphone ini mempunyai baterai berkapasitas lebih besar 3500mAh. Moto Z Force juga punya resolusi kamera lebih tinggi dan display ShatterShield yang membuat layar tahan pecah meski dibanting.

Kualitas kamera utama diangkat menjadi 21MP dengan dukungan aperture f/1.8, phase detection autofocus (PDAF), laser autofocus dan OIS.  Seri ini juga menyodorkan port konektivitas terkini berupa USB Type-C.

moto z motomodsKedua seri Moto Z ini sama-sama memiliki dukungan terhadap fitur yang dinamakan MotoMods. Berupa aksesoris modular yang  bisa digunakan cukup dengan menempelkannya ke bodi belakang. Aksesoris dan ponsel bisa terkoneksi berkat keberadaan magnet berdaya tarik tinggi. Koneksi berhasil diperoleh melalui 16 titik ‘ajaib’ yang berada di bagian bawah belakang Moto Z dan Z Force.

Sayang, belum ada harga resmi serta tanggal rilis kedua perangkat ini. Berikut gambaran fitur MotoMods yang diusung duo Moto Z dan Moto Z Force.