ArenaLTE.com – Sebagai pemain baru di industri mobile chipset, Intel terus berusaha merangkul partner baru vendor smartphone. Di level global, kita mengenal ada Asus dan Lenovo. Di Indonesia, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut juga terus berupaya mencari partner baru. Setelah Advan dan Axioo, kini Intel berkolaborasi dengan Mito. Mereka akan merilis sebuah tablet pintar yang diberi nama Mito T35 Fantasy Tablet.

”Tablet hasil kolaborasi antara Mito dan Intel ini  unggul dari berbagai sisi. Disamping kualitas mumpuni, harganya pun dijamin sangat terjangkau,” kata Hansen Lie, CEO MITO Mobile.

Sayangnya, Mito belum memberikan informasi yang lebih rinci mengenai spesifikasi Mito T35 Fantasy Tablet. Hansen hanya mengungkapkan bahwa tablet tersebut salah satunya di-support oleh Chipset terbaru Intel Atom X3.

Dengan dukungan raksasa IT dari Silicon Valley tersebut, tablet yang akan dirilis Mito bareng Intel ini diyakini bakal memberi kepuasan. “Performanya  sangat beda dan terasa kecanggihannya,“ ungkap Hansen.

Rencananya, Mito T35 Fantasy Tablet akan diluncurkan pada bulan ini dengan pre-order mulai tanggal 6 – 15 November 2015 di situs belanja Blibli.com. Selama masa pre-order, Mito T35 Fantasy Tablet akan di banderol dari harga normal IDR 999.000 menjadi IDR 699.000.

Untuk menyempurnakan user experience dari tablet pintarnya, Mito juga bekerjasama dengan Telkomsel sebagai penyedia jaringan terluas di Indonesia. Namun jangan berharap ada bonus data gratis. Karena Mito T35 Fantasy Tablet di-bundling dengan paket TAU Telkomsel senilai 2GB yang harganya mulai dari IDR 49 ribu.

Simpang Siur Tren Tablet
Salah satu alasan Mito konsisten merilis tablet baru adalah pasar di Tanah Air yang dianggap masih menawan dan menggiurkan. Mito mengutip data dari IDC yang bersumber dari Michael Edward, Manajer Riset IDC Indonesia, bahwa Indonesia sekarang mengalami bounce-back, pasar Tablet indonesia tumbuh 8 % pada tahun ini.

Micahel Edward juga menjelaskan bahwa untuk pasar global, hasil riset  IDC memperkirakan  penjualan Tablet global pada 2015 mencapai 234,5 juta unit, atau naik dari 229,7 juta pada 2014. Sementara perkiraan pada 2019, naik 62,9%.

Menariknya, setelah ditelusuri ternyata data tersebut justru bertolak belakang dengan laporan dari IDC sendiri yang belum lama ini dipublikasikan. Lembaga riset IDC mengungkapkan laporan terbarunya bahwa di kuartal ketiga tahun 2015 pengapalan tablet kembali anjlok.

Tren pasar tablet yang kian menurun ini sebelumnya sudah terbaca sejak empat kuartal lalu. Di Q3 2015 ini, pengapalan tablet global hanya mencapai 48,7 juta unit, yang berarti telah menurun sebesar 12,6 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.
Baca: IDC: Pasar Tablet Kian Lesu, Pengapalan Anjlok Hingga Minus 12,6% di Q3 2015