ArenaLTE.com – LG resmi menampilkan LG Class ke hadapan publik. Smartphone ini menjadi salah satu phablet kelas menengah yang mengandalkan layar berdiagonal 5 inci. LG Class dirancang berbasis konstruksi logam dalam konsep unibodi. Soal spesifikasi, sepertinya LG Class mencoba mendekati segmen yang dibidik jajaran Galaxy A-nya Samsung.

Untuk memberikan alternatif buat penggunanya, LG Class menyodorkan tiga variasi warna yakni gold , silver dan black. Menelisik lebih detil soal kemampuan layar, smartphone berlayar sentuh 5 inci ini disuntik resolusi HD 720p. Padahal sang vendor bisa saja menancapkan resolusi full HD. Untung saja pada bagian display tersebut dilapisi dengan layar cembung 2.5D yang menambah kesan premium dari smartphone ini.

Di sektor belakang, LG Class menancapkan kamera 13 MP lengkap didukung LED flash serta kamera selfie berkekuatan 8 MP. Setidaknya sektor ini sudah termasuk standar di level menengah sehingga tak terlalu mengecewakan para penggunanya. Bergerak ke bagian ruang penyimpanan, LG Class mempersiapkan memori internal berkapasitas 16GB. Sebagai tambahan, tersedia slot ekspansi berbasis micro SD.

Lalu bagaimana dukungan konektifitasnya? Untuk browsing di dunia maya atau sekedar chatting, LG Class ternyata sudah menunjang kapabilitas 4G LTE. Untuk area yang sudah mendukung jaringan data 4G LTE, faailitas ini akan sangat membantu khususnya dalam hal kecepatan akses internet. Selain itu, berbagai fasilitas koneksi standar mulai dari Wi-Fi, Bluetooth, GPS hingga NFC bisa kita temukan dalam smartphone ini.

LG Class siap menerjang musuh di level menengah dengan dukungan chipset quad core 1.2 GHz (Cortex-A53) Qualcomm Snapdragon 410. Sebagai penyempurna, smartphone berdimensi 142×1,8×7,4 mm dan berat 147 gram ini disuntik sistem operasi Android 5.1 Lollipop. Sayang, smartphone 4G LTE ini hanya memiliki baterai berkapasitas 2050 mAh.

Smartphone ini siap menggempur pasar Korea Selatan dengan banderol sekitar 338 dolar AS. Hanya saja, masih belum jelas kapan rencana LG mendistribusikan LG Class ke pasar global atau negara-negara lain. Jadi, kita yang di Indonesia harus sedikit bersabar.