ArenaLTE.com – Beberapa hari yang lalu sempat beredar rumor jika Huawei Mate S akan meluncur di Malaysia pada 22 Oktober. Akhirnya, pihak terkait mengkonfirmasi jika Huawei Mate S memang akan meluncur di Malaysia. Namun tanggal peluncuran yang sebenarnya adalah 27 Oktober. Artinya, smartphone yang baru saja melakukan debut di perhelatan IFA sebulan lalu ini mulai menjajaki pasar Asia Tenggara.

huawei mate sSeperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Huawei Mate S dilengkapi dengan dukungan layar berteknologi Force Touch yang mengadopsi prinsip sentuhan berdasarkan tekanan. Cara kerjanya nyaris tak jauh berbeda dengan 3D Touch pada iPhone 6s dan iPhone 6S Plus.

Tapi teknologi ini kabarnya hanya dibenamkan pada model Huawei Mate S high end berkapasitas 128GB. Sementara menurut blog teknologi Malaysia, SoyaCincau, model seperti ini tidak akan mendarat di Malaysia. Di beberapa pasar versi lebih rendah 32GB/64GB tidak mendukung pressure sensitive display ala Force Touch.

Secara tampilan, ponsel ini lebih besar dari Honor 7 dengan dukungan frame metal dan bodi belakang yang terlihat membulat. Di bodi belakang terdapat pemindai sidik jari berlokasi di bawah kamera utama.

Bagian depan Huawei Mate S mengusung display seluas 5,5 inci full HD dan di dalamnya tertanam prosesor octa core Kirin 935 yang dikembangkan Huawei secara in-house. Didukung dengan 3GB RAM dan ruang penyimpanan 64GB atau 128GB. Dan, sepertinya produk yang masuk Malaysia hanya versi 32GB saja.

Huawei Mate S mengantongi kamera utama 13MP f/2.0 RGBW dengan Optical Image Stabiliser dan dual-LED flash. Untuk selfie, terdapat kamera depan bersensor 8MP f/2.4 yang didampingi LED flash. Smartphone ini menyisipkan baterai non removable 2700 mAh dan berat 156 gram. Oh ya soal konektivitas, Huawei Mate S sudah mendukung dua slot SIM card dengan 4G LTE.

Smartphone ini berjalan di atas Android 5.1 yang bekerjasama dengan antarmuka EMUI 3.1 besutan Huawei. Soal harga dan ketersediaan, masih belum diungkap. Tapi beberapa laporan menyebutkan jika Huawei Mate S akan dibanderol sekitar 635 dolar AS atau sekitar Rp 8.890.000 (kurs 14000) di negeri itu.

Jika ke negeri jiran saja sudah masuk, tentu Indonesia pun menjadi salah satu negara yang jadi incaran. Atau Indonesia masih dinilai kurang penting bagi Huawei? Hmm…