ArenaLTE.com – Guna memantau kelangsungan habitat fauna, peran teknologi IT khususnya pada sistem penjejakan lokasi sudah diterapkan sejak lama. Nah, karena konvergensi pada lingkup seluler dan smartphone sudah merambah ke segala sektor, kini giliran operator seluler Vodafone di Inggris tergerak untuk mengambil sejumlah tindakan atas nasib yang menimpa anjing laut.

Standar teknologi yang umum dipakai dan disematkan pada binatang berupa pemancar GPS (Global Positiong System). Dengan begitu, posisi dan keberadaan binatang dapat selalu terpantau dimana pun mereka berada. Seperti dikutip dari situs mirror.co.uk, populasi hewan tersebut di beberapa area pelabuhan di Inggris telah menyusut dalam beberapa periode belakangan. Sebagai upaya untuk memantau dan mengetahui kasus ini, sejumlah anjing laut kini telah dilengkapi smartphone.

Tentu peran smartphone bukan sebagai alat komunikasi biasa, para ilmuwan binatang dan penggiat konservasi akan menjadikan smartphone sebagai alat untuk memantai polusi, perubahan iklim, kekurangan makanan, sampai tren kaninal di habitat binatang ini. Sayangnya, tidak ada penjelasan mekanisme sistem penggunaan smartphone yang melekat di badan hewan. Tapi yang pasti smartphone sudah dibungkus dalam packing anti air, mengingat anjing laut adalah binatang yang hidup di darat dan laut.

Krisis populasi anjing laut dirasa telah mengkhawatirkan, jika ditotal 90 persen berada di Pantai Utara dan Pantai Timur Skotlandia telah menghilang. Dalam proyek ini Vodafone menggadeng pihak Sea Mammal Research Unit (SMRU) dari  Universtitas St Andrew. Skema dalam pengawasan anjing laut adalah smartphone akan menampilkan “marine tag” yang berupa smartphone. Dari smartphone dikirimkan informasi tentang perilaku binatang ini. Sebagai output diharapkan kedepan dapat dilakukan penangangan yang pas pada kehidungan anjing laut.