Kecepatan rata-rata mobile broadband di Indonesia tergolong rendah yakni hanya puas menduduki urutan 117.  Sementara itu Inggris dianggap sebagai negara dengan kecepatan rata-rata mobile broadband tertinggi di dunia dengan kecepatan rata-rata 20 Mbps atau hampir dua kali lebih cepat dari koneksi fixed-line. Pernyataan tadi didapat dari hasil riset Akamai, perusahaan penyedia konten cloud.

Mobile broadband di Inggris adalah dua kali lebih tinggi dibanding pesaing terdekatnya Denmark, yang memiliki kecepatan rata-rata 10Mbps. Puerto Rico menempati urutan ketiga dengan kecepatan 9.6Mbps, Swedia datang keempat dengan 8.9Mbps sementara Korea Selatan, yang dikenal memiliki jaringan mobile yang paling canggih di dunia, secara mengejutkan menduduki posisi kelima dengan kecepatan koneksi mobile 8.8Mbps.

Dari 62 negara yang tercantum dalam penelitian Akamai, Vietnam memiliki kecepatan mobile broadband paling lambat, yakni 1.3Mbps. Namun Inggris tidak memimpin dalam hal kecepatan koneksi puncak ketika jaringan seluler sedang diuji oleh jumlah besar orang berselancar di web pada perangkat mobile pada satu waktu. Inggris peringkat kelima dalam kategori ini. Australia menduduki chart ini dengan kecepatan koneksi puncak 149.3Mbps, Jepang pada 126Mbps, Singapura dan Thailand di 116.4Mbps di 105,4 Mbps.

Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata kecepatan mobile broadband di Indonesia rata-rata hanya menang sedikit diatas Vietnam. Indonesia dikalahkan oleh Myanmar dan Filipina. Kecepatan internet rata-rata di tanah air hanya mencapai 2.2Mbps, sedangkan yang paling tinggi di Asia, Korsel, bisa mencapai 23.6mbps. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat adopsi kecepatan mobile broadband terendah se Asia Tenggara yakni mencapai 4Mbps. Tingkat adopsi di Tanah Air hanya mencapai 6.0%. Hadirnya layanan 4G LTE yang kemarin diluncurkan secara serentak oleh lima operator diharapkan bisa meningkatkan adopsi dan kecepatan mobile broadband di Indonesia.
(Baca: Layanan 4G LTE Operator Serentak Digeber di 1800 MHz)

Akamai dalam laporan terpisah juga menjelaskan rata-rata kecepatan internet global tumbuh 10% dari tahun ke tahun menjadi 5,0 Mbps, tetapi hanya perumbuhan broadband hanya mencapai 4.6%. Hanya 5% dari pengguna diseluruh dunia dapat menikmati akses kecepatan maksimal 25mbps. Walau dengan kecepatan pas-pasan di berbagai negara, khususnya negara dunia ketiga, volume lalu lintas data mobile naik 12% dari kuartal lalu.