ArenaLTE.com – Lintasarta bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPiK ITB) mencari startup potensial untuk dibina. Kedua institusi ini telah memilih 10 tim startup peserta ajang Lintasarta Appcelerate yang lolos proses seleksi. Mereka akan masuk masa inkubasi di Co-Working Space yang berlokasi di area Innovation Park ITB Bandung serta di kantor Lintasarta Bandung dan Jakarta.

Arya Damar President Director Lintasarta mengatakan program Lintasarta Appcelerate ini merupakan ajang yang tepat bagi para startup muda Indonesia untuk bersaing di kancah dunia. Kami “melihat potensi dan semangat yang besar dari mereka semua,” ujar Arya.

Sebagai informasi, Lintasarta Appcelerate adalah ajang membuat rencana bisnis dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, seperti mobile application dan lainnya. Namun bukan sekadar aplikasi digital semata, melainkan yang memiliki nilai bisnis dan dapat diterapkan untuk mendukung berbagai sektor industri: banking, financial, oil & gas, plantation, manufacture, e-health, logistic, transportation, maritim dan tourism. Proposal atau rencana bisnis yang diajukan dinilai dengan paramater application originality atau bukan plagiat dari aplikasi yang sudah ada, problem solving and usefulness, commercial and business value.

Ajang Lintasarta Appcelerate telah dimulai sejak April 2016 lalu dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan proposal dari peserta, seleksi proposal dan presentasi di hadapan Dewan Juri Panelis yang berasal dari LPiK ITB dan Lintasarta.

 

Lintasarta Appcelerate

Dari 55 proposal bisnis yang masuk dan kemudian dilakukan proses seleksi tahap pertama yang menghasilkan 25 tim start up. Kemudian pada proses seleksi tahap kedua terpilih 10 tim start up yaitu:

  1. ERAGANO yang merupakan End-To-End Solution For Smallholder Farmer;
  2. AROUND INDONESIA sebagai one stop application untuk objek pariwisata di Indonesia;
  3. BILIK GAYA yang menawarkan aplikasi Virtual Fitting Room untuk memberikan experience lebih bagi para online shopper;
  4. BIOPS AGRO TEKNO yang menawarkan monitoring dan controlling untuk para petani green house;
  5. LANCE dengan aplikasi CUAN (Catatan Keuangan Aman dan Nyaman) dan diperuntukan untuk membantu pengelolaan keuangan UMKM;
  6. LUMEN HELPDESK yang merupakan robot Helpdesk otomatis berbasis kecerdasan buatan yang dapat melayani penguna melalui channel pesan instan;
  7. SMART LOGISTIC dengan aplikasi GINTARA (Gerbang Logistik Nusantara) yang memiliki tujuan untuk menghasilkan proses logistik, tercepat, termurah dan teraman;
  8. SOROT dengan aplikasi CHARM (Costumer Handling and Relationship Management) yang merupakan sebuah sistem yang membantu perusahaan untuk dapat mendengarkan dan memahami pelanggan melalui analisis di percakapan pelanggan di Social Media;
  9. WINAFI dengan aplikasinya Sembako Mart yang menawarkan kemudahan berbelanja kebutuhan sehari-hari yang mengintegrasikan antara toko kelontong lokal dengan konsumen di sekelilingnya;
  10. ADHMORA dengan aplikasinya ENERGO yaitu perangkat lunak yang membuat para engineer atau pemilik bangunan dapat dengan mudah melakukan penghematan energi.

Pada masa inkubasi selama 3 bulan, 10 tim start up tersebut akan mendapat mentoring, pengembangan dan peningkatan komersial melalui program yang sudah disiapkan dan akan dipilih 3 tim start up terbaik sebagai pemenang.