ArenaLTE.com – Transformasi berkelanjutan yang dilakukan XL Axiata mulai menunjukkan beberapa hasil operasional yang positif. Dalam periode sembilan bulan pertama tahun ini atau kuartal ketiga tahun 2016, kinerja XL menunjukkan peningkatan pembangunan jaringan data yang lebih baik, luas dan kuat. Kesenjangan dengan kompetitor pun dianggap semakin berkurang.

 

 

Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini mengatakan pihaknya terus fokus untuk meningkatkan cakupan wilayah dan kualitas jaringan data untuk menempatkan XL sebagai Mobile Internet Leader di Indonesia. “Ini merupakan bagian dari Strategi Transformasi XL dan kami berharap untuk dapat membawa hal tersebut menjadi momentum pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan pada kinerja keuangan dan operasi kami,” ujar Dian.

Pada triwulan ketiga tahun 2016, pendapatan layanan tumbuh 2% QoQ, membalikkan tren penurunan yang terjadi selama 2 kuartal terakhir. Kinerja XL pada pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan data yang mampu mengimbangi penurunan pada pendapatan “Legacy Service”  (Voice dan SMS), terutama karena substitusi layanan data.

CEO Dian Siswarini mengenai M-Fish
Dian Siswarini, CEO XL Axiata

Kendati demikian, pendapatan kotor rata (flat) QoQ di kuartal ketiga tahun 2016 karena pendapatan sewa menara turun setelah selesainya penjualan dan penyewaan kembali menara ke ke Protelindo pada pada triwulan sebelumnya.

Basis pelanggan terus tumbuh dengan penambahan 1 juta pelanggan pada triwulan ini, menjadi total 45 juta, 8% lebih tinggi dari basis pelanggan tahun lalu. ARPU blended kinerja XL telah meningkat menjadi lebih dari Rp 36.000 pada periode 9 bulan di 2016 ini, atau 13% lebih tinggi dari Rp 32.000 di periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini merupakan hasil dari fokus untuk meraih pelanggan secara tepat sebagai bagian dari agenda Transformasi.

Sementara itu laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sedikit menurun QoQ pada 3Q 16. Perusahaan berdalih, hal ini terjadi sebagai dampak dari penjualan menara, dan biaya sewa kembali yang lebih tinggi. Selain itu, ada pula karena pengaruh peningkatan upaya dari sisi Sales dan Marketing.

Meskipun demikian, pada periode 9 bulan di 2016, EBITDA meningkat 3% YoY menjadi Rp 6,2 triliun, sementara margin jugatelah meningkat 2,8% YoY menjadi 38,6%, sebagai hasil dari fokus XL pada profitabilitas yang merupakan inti dari agenda Transformasi.

Seiring dengan agenda Transformasi, XL berhasil menyelesaikan tujuan pengelolaan Neraca Keuangan (Balance Sheet Management) untuk mengurangi dan meminimalkan dampak fluktuasi forex.

Operator yang identik dengan warna biru ini juga mengklaim posisi leverage saat ini telah kembali seperti pada masa pra-akuisisi AXIS. Penyebabnya adalah dengan selesainya proses rights issue, dan penjualan menara serta transaksi penyewaan kembali menara tersebut.  Hal ini memberikan XL kekuatan dan fleksibilitas neraca yang memadai.

Peningkatan terbesar adalah pada laba bersih di mana XL mencatat Laba sebesar Rp 160 miliar dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 507 miliar tahun lalu. Hal ini terjadi karena dampak positif penguatan Rupiah terhadap US Dollar, dan keuntungan dari penjualan menara ke Protelindo pada periode tersebut.

 

Menurut Dian, 4G LTE tetap menjadi bagian penting dari strategi XL untuk memenuhi kebutuhan konsumen atas layanan internet kecepatan tinggi. Hingga akhir bulan kesembilan 2016, XL telah memiliki 7.204BTS 4G, dan telah hadir di 88 kota di berbagai wilayah Indonesia.

Selama triwulan ketiga 2016, operator anak perusahaan Axiata ini juga telah memulai layanan berbasis U900 di berbagai wilayah di Indonesia. Layanan ini memanfaatkan frekuensi 900MHz untuk layanan data 3G, sehingga terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah BTS 3G di kuartal ini, dan siap untuk di-upgrade ke 4G.

 

 

Seiring dengan peningkatan jaringan, kinerja XL pada penetrasi smartphone telah meningkat 21% menjadi 60% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini berarti XL saat ini memiliki 27,1 juta pelanggan smartphone per akhir September 2016, meningkat 71% YoY dari periode yang sama tahun lalu.

Tingkat pemakaian layanan data juga terus bertambah seiring dengan meningkatnya trafik 4G LTE hingga hampir 30x sejak peluncuran secara komersial 4G LTE pada November 2015. Rata-rata penggunaan untuk pelanggan smartphone mencapai lebih dari dua kali lipat, yang selanjutnya mendorong kenaikan trafik secara total di seluruh jaringan XL hingga 146% YoY.

 

Operator juga terus mencermati daya tarik layanan XL Prioritas, yang merupakan produk paska bayar. Sehingga jumlah pelanggan meningkat signifikan dan ARPU menjadi lebih tinggi secara YoY. Selain itu, pelanggan high value juga telah merespon dengan baik kehadiran merek premium ini termasuk dengan keseluruhan pengalaman layanan yang lebih baik.

XL juga telah meluncurkan layanan Mobile Broadband (MBB) untuk pelanggan, yang dinamakan XL Go. Dengan layanan ini pelanggan bisa mengakses internet kecepatan tinggi  secara sharing melalui berbagai perangkat di jaringan 4G LTE dengan menggunakan perangkat Mi-Fi atau router.

Mereka juga telah menyediakan berbagai pilihan paket layanan sesuai dengan kebutuhan, XL Go untuk individu, XL Home untuk penggunaan keluarga dan XL Biz untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berbagai penawaran paket kuota Data yang disediakan XL melalui jaringan 4G LTE ini menjadi solusi terhadao rendahnya penetrasi Fixed Broadband di Indonesia.