ArenaLTE.com – Pada Oktober tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Salah satu agendanya kala itu adalah mengunjungi kawasan Sillicon Valley untuk bertemu para CEO perusahaan teknologi. Namun rencana tersebut dibatalkan. Presiden yang akrab dipanggil Jokowi tersebut memutuskan untuk mempercepat kunjungannya di Amerika Serikat karena di Indonesia sedang kondisi darurat asap yang mengkhawatirkan.

Bulan Februari ini, Jokowi kembali ke negeri Paman Sam dalam rangka menghadiri US-ASEAN summit. Rencana untuk bertemu para petinggi industri teknologi yang dulu gagal akhirnya kesampaian. Hari ini (18/2/2016) atau tanggal 17 Februari waktu Amerika Serikat, Presiden berkunjung ke kantor pusat Google dan Twitter.
Baca juga: Para Menteri Gantikan Presiden Joko Widodo Temui CEO Perusahaan Teknologi Amerika

Jokowi bertandang ke kantor pusat Google di Mountain View, Amerika Serikat dan disambut oleh CEO Google Sundar Pichai. Mereka mendiskusikan tentang upaya-upaya untuk membawa Internet ke dalam jangkauan yang lebih luas dan beberapa sarana lainnya yang diharap akan membuat Internet lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami juga mengumumkan sebuah rencana untuk melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia hingga tahun 2020 melalui kursus di beberapa universitas, online dan juga kelompok belajar di seluruh negeri,” tulis akun Google di Facebook Fanpage.

Setelah itu, Presiden beserta rombongan berkunjung ke kantor pusat Twitter di San Francisco sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Presiden yang aktif ngetweet di akun @Jokowi tersebut disambut langsung oleh CEO Twitter, Jack Dorsey (@jack) dan beberapa petinggi Twitter lainnya seperti: Vijaya Gadde, General Council; Valerie Wagoner, Senior Director of Product Management dan Roy Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif beliau (Jokowi -red) untuk menekankan peran Indonesia dalam meningkatkan keamanan dan pra-deteksi; di mana platform komunikasi live dan real-time seperti Twitter memainkan peranan sangat penting dalam mencegah aksi terorisme dan tindakan ekstrimisme,” ujar Priscila Carlita, Communications Manager Twitter Indonesia dalam keterangan resminya.

Sebelum menghadiri pertemuan tertutup dengan Jack dan tim dari Twitter, Presiden Jokowi menyempatkan diri bertemu beberapa karyawan asal Indonesia. Kedatangan beliau pun disambut dengan iringan lagu Indonesia Raya yang dimainkan secara otomatis dari sebuah piano yang dapat memutarkan permintaan lagu melalui Tweet. Ia juga sempat melakukan sesi Periscope singkat saat memasuki kantor Twitter, yang hingga saat ini sudah ditonton oleh lebih dari 1.900 orang.

Dalam kunjungannya, Jokowi mendiskusikan inisiatif yang mengundang platform media sosial seperti Twitter untuk berperan dalam menjembatani komunikasi dan mengambil tindakan untuk penyebaran pesan-pesan perdamaian. Hal lain yang juga didiskusikan adalah mengenai penggunaan Twitter sebagai platform yang live dan real-time untuk menjadi bagian dari penanggulangan bencana dan situasi darurat, serta bagaimana memformulasikannya secara riil.

Jack Dorsey menyambut baik inisiatif Presiden Jokowi. Ia mengatakan sangat gembira menyambut kedatangan Presiden Jokowi ke Kantor Pusat Twitter. “Twitter telah membantu masyarakat Indonesia terhubung satu sama lain setiap hari serta memberikan kesempatan untuk menunjukkan keunikan budaya Indonesia ke seluruh dunia. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus berlanjut hingga masa mendatang,” ujarnya.