ArenaLTE.comZTE, vendor telekomunikasi global yang berbasis di Shenzhen, Cina, telah mengumumkan berlangsungnya test kinerja platform LTE Dual Connectivity TDD-FDD berdasarkan solusi end-to-end (E2E). Pengumuman pengujian teknologi 4G LTE dari ZTE ini disampaikan Dr. Han Gang, vice president of ZTE’s time division duplexing (TDD) products saat  berbicara workshop 4th Global time-division long-term evolution (TD-LTE) Initiative (GTI) yang berlangsung di Budapest, Hongaria (16/10/2015).

Dari hasil test yang menggunakan basis terminal chip komersial dari Marvell dan teknologi LTE Dual Connectivity TDD-FDD dari ZTE, menunjukkan bahwa dual-connectivity dapat meningkatkan kecepatan koineksi dua kali lipat tpada pengguna akhir dalam berbagai mode layanan. Hal ini pada dasarnya mirip dengan kinerja carrier aggregation LTE yang ada pada operator seluler.
Baca: ZTE Dukung Jaringan 4G LTE Hybrid Smartfren

Dengan meledaknya pertumbuhan pengguna 4G, operator seluler mengalami kenaikan permintaan untuk sumber daya spektrum. Dengan kemampuannya untuk memperluas ke frekuensi yang lebih tinggi, spektrum TDD (time division duplexing) telah menjadi elemen penting untuk perluasan kapasitas masa depan operator LTE, terutama pada pembagian frekuensi duplexing (FDD) operator LTE. Para pemain di layanan LTE bersaing untuk menyebarkan jaringan TDD dan FDD yang terintegrasi untuk membuat sebagian besar dari sumber daya dapat tersedia.

Interoperabilitas teknologi LTE TDD dan FDD (Foto: ZTE)
Interoperabilitas teknologi LTE TDD dan FDD (Foto: ZTE)

“Teknologi LTE Dual Connectivity TDD-FDD yang adaptif terhadap mayoritas kondisi transmisi yang ada di seluruh dunia, mengikuti tren masa depan penyebaran jaringan padat terintegrasi dan peningkatan tajam dalam permintaan untuk koordinasi pada cell makro-mikro. Selain itu, arsitektur jaringan yang fleksibel dibangun menggunakan teknologi ini kompatibel dengan perbedaan FDD dan pengembangan teknologi TDD, meletakkan dasar yang kuat untuk membangun kemitraan industri yang sehat,” kata Dr Han Gang.

Sampai saat ini, LTE Dual Connectivity TDD-FDD telah diakui sebagai teknologi terkemuka yang paling ekonomis dengan skalabilitas tertinggi untuk menyediakan layanan user-centric dan meningkatkan persepsi pengguna dalam skenario jaringan makro-mikro. Dr Han Gang mengatakan bahwa “teknologi carrier aggregation dan dual-connectivity dapat hidup berdampingan, dan bekerja sama dapat mencapai manfaat maksimal dari jaringan terintegrasi dalam skenario yang tepat, memberikan pengalaman pengguna LTE lebih baik dan mengembangkan industri LTE lebih maju.”

Foto: wikimedia.org

Comments

  1. […] Teknologi NFV merupakan sebuah konsep arsitektur yang menyediakan kemampuan bagi operator untuk menyederhanakan sistem jaringan mereka, dengan memvirtualisasikan fungsi platform jaringan dan fungsionalitas hardware. Secara sederhana, teknologi NFV mampu menawarkan fungsi, jaringan, dan infrastruktur jaringan sebagai sebuah layanan, bukan sebagai sebuah fitur di dalam sebuah sistem yang terintegrasi. Baca: ZTE Uji Kemampuan Platform LTE Dual Connectivity TDD-FDD […]

  2. […] ZTE Blade A711 hadir dengan teknologi sensor sidik jari multi fungsi yang berfungsi untuk membuka kunci layar atau mejalankan 5 aplikasi tertentu yang dapat diaktifkan dengan 5 jari berbeda, termasuk untuk mengambil foto. Sehingga memberikan pengalaman yang menyenangkan hanya dengan satu sentuhan jari. Dibuat dengan teknologi dan desain inovatif menggunakan bahan alumunium Alloy, membuat smartphone ini ringan dan memiliki kualitas tahan lama. Baca juga: ZTE Uji Kemampuan Platform LTE Dual Connectivity TDD-FDD […]