ArenaLTE.com – Kehadiran teknologi ICT dan platform internet mobile broadband yang semakin cepat memberikan perubahan dalam prilaku konsumen dan industri telekomunikasi. ZTE Network selaku penyedia jaringan telekomunikasi melihat peningkatan konsumsi mobile broadband ini akan melahirkan beberapa hal penting seperti penggunaan utama internet individu akan dilakukan secara mobile.

Hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya popularitas internet pada perusahaan yang juga akan lebih mobile dan menghadirkan tren Bring Your Own Device (BYOD). Dan tentu saja komunikasi data akan berkembang dari person-to-person menjadi person-to-machine dan machine-to-machine akan meningkatkan jumlah koneksi jaringan menjadi 50 sampai 10 miliar, dan mobile Internet of Everything (IoT) akan menjadi kenyataan.

Hal ini diungkapkan pada acara media roundtable yang dilaksanakan di Miradelima, Jakarta (21/8/2016). Beberapa experts dari ZTE menjelaskan solusi Network Function Virtualization (NFV) dan Internet Of Things (IoT) milik ZTE Network untuk membantu operator operator telekomunikasi dalam menjawab peluang di era baru ini, dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pelanggannya.

Mo Li, Chief Architect ZTE CTO Group mengungkapkan bahwa kunci dari pengembangan jaringan telekomunikasi adalah mampu mengkonstruksikan lapisan jaringan secara horizontal. Ini mendukung kontrol yang terintegrasi dan manajemen yang selaras dengan memperkenalkan arsitektur Network Function Virtualization (NFV). Virtualisasi jaringan akan membuat jaringan yang dimiliki operator menjadi lebih cekatan, lebih terpercaya dan efisien.

Network Function Virtualization (NFV)

NFV merupakan bentuk migrasi peralatan telekomunikasi dari platform berdedikasi yang sudah ada menjadi server Commercial Off-The-Shelf (COTS). Jaringan telekomunikasi pada umumnya menggunakan perangkat keras (hardware) dalam jumlah banyak.

Ketika bermasalah akan menguras biaya konstruksi yang tinggi, juga butuh waktu yang lama ketika operator  ingin mengembangkan layanan yang baru. Lebih lagi, biaya operasional dan pemeliharaan akan meningkat dan menghamburkan energi dalam jumlah besar.

Dengan penerapan platform layanan berbasis NFV jaringan dan fungsi layanan tidak lagi bergantung pada perangkat keras yang dedicated. Ini memungkinkannya membantu dalam pembagian sumber daya yang lebih fleksibel dan dalam pengembangan dan penerapan layanan baru yang cepat.

Teknologi ini juga membantu melakukan penerapan secara otomatis, pengukuran skala yang elastis ditambah isolasi kesalahan dan pemulihan yang berbasis real-time requirements.

“Dengan NFV, penerapan suatu peralatan telekomunikasi yang sebelumnya memakan waktu pengerjaan berbulan–bulan akan memakan waktu hanya dalam hitungan jam saja, juga waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas yang sebelumnya memakan waktu berminggu–minggu akan selesai hanya dalam hitungan menit. Manfaatnya bagi pelanggan, mereka dapat lebih cepat menikmati layanan baru dari operator telekomunikasi dan mereka akan merasakan pengalaman kualitas jaringan yang lebih stabil,” kata Tom Mao selaku VP Head of Presales ZTE USA.

Bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara rawan bencana alam, NFV memiliki manfaat besar. Di mana para provider telekomunikasi tidak perlu mendatangkan back-up network dari luar. Apabila terjadi bencana karena selama jaringan tersedia, maka data dan aplikasinya masih tetap dapat diakses dari data center yang terletak di beberapa lokasi.

ZTE networksInternet Of Things (IoT)

Selama tahun–tahun ke depan, level dari mobile traffic secara bertahap akan melebihi pesan suara/SMS dan akan menjadi sumber pendapatan utama bagi para operator telekomunikasi, membawa kinerja telekomunikasi memasuki tingkat pengembangan layanan digital.

Dengan pengembangan jangka panjang pelanggan mulai dari rumah, pemerintahan, dan perusahaan akan meningkatkan proporsi pendapatan. Sebagai tambahan, pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam berbagai industri akan meningkat dan membawa transformasi kepada operasional operator telekomunikasi.

Strategi ZTE Network untuk para operator telekomunikasi dalam menciptakan suatu terobosan dalam pasar lintas industry adalah dengan meningkatkan standar dan membentuk platform pendukung layanan IoT dengan menggunakan jaringan yang telah ada sebagai platform utama.

Menurut Dr. Jessli, Vice President of Operator Solution ZTE Corporation, setidaknya ada empat elemen penting yang harus dikembangkan ketika ingin memanfaatkan Iot. Pertama, sensor yaitu sesuatu yang akan kita deteksi dan monitor. Kedua, Network sebagai media untuk mengalirkan data dari tempat sensor tersebut ke data pemrosesan data center. Ketiga, analitik sebagai bahan untuk pemroses data baik itu berupa aplikasi, hardware dan lain sebagainya di data center.

“Elemen penting selanjutnya dalam IoT adalah media monitoring bisa menggunakan smartphone, tablet, komputer dan media lainnya untuk membantu kita membaca hasil sensor secara real time”, ujar Dr. Jessli.

Silvio H. Fernandez, Senior Director Marketing and Business Strategy untuk Global IoT Strategy ZTE Corporation menjelaskan bahwa layanan IoT milik ZTE menawarkan beberapa hal penting.

Pertama, bekerja pada standar dan tren pasar. Kedua, memliki solusi end-to-end yang lengkap untuk para pelanggan, dengan membedakan algoritma-algoritma. Ketiga, memungkinkan penggunaan aplikasi canggih untuk bermacam-macam vertikal. Keempat, berkolaborasi dengan partner-partner dengan ekosistem global dalam menyediakan yang terbaik.

“Di Indonesia penerapan Internet Of Things (IoT) sedang dalam masa pertumbuhan yang signfikan, sudah ada beberapa operator Indonesia yang akan menerapkan layanan NFV dan IoT dari ZTE Network, setidaknya tahun depan penerapan IoT akan berjalan di Indonesia,” pungkasnya.