ArenaLTE.com – Program XL Xmart Village memasuki tahun ketiga perjalannya sebagai salah satu cara  PT. XL Axiata Tbk (XL) dalam memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Kini, XL bersama-sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali meluncurkan Program XL Xmart Village 3.0 di mana salah satu tujuannya adalah menciptakan standar baru pembangunan desa digital di Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan oleh Chief Digital Services XL, Joseph Lumban Gaol, bersama-sama dengan beberapa Kepala Desa di Cibeusi, Lembang, Subang, Jawa Barat, Rabu (23/11). Joseph Lumban Gaol mengatakan, “Sebagai penerus dari program Xmart Village 1.0 dan 2.0, pada Xmart Village 3.0 kami mengembangkan solusi-solusi yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Kami juga menyasar lebih banyak aspek. Disamping ekonomi dan pariwisata, kami juga berupaya meningkatkan minat baca, kesehatan, budaya, hingga administrasi desa.”

Joseph juga menambahkan, melalui Xmart Village 3.0, XL ingin mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi digital secara positif. XL menghadirkan beragam inovasi digital bukan sekadar untuk mempertontonkan kecanggihan teknologi, namun lebih untuk mengangkat peran teknologi dalam memajukan kehidupan masyarakat desa.

Selama ini teknologi digital sering dipandang sebagai kebutuhan masyarakat perkotaan saja, padahal di desa pun masyarakat sudah sangat siap untuk mengadopsi teknologi-teknologi baru. Tak hanya untuk berkomunikasi, tapi juga untuk membantu aktivitasnya sehari-hari.

 Sejumlah aktifitas yang sudah siap dijalankan pada Xmart Village 3.0 antara lain digitalisasi taman bacaan, standarisasi smart toilet, geomapping, peningkatan standar administrasi pedesaan, penyediaan website dan layanan digital lainnya seperti instagram, pembuatan video 360, dan pelatihan digital bagi anak dan wanita.

 Khusus untuk digitalisasi taman bacaan, 320 anak di desa-desa sasaran saat ini dapat menikmati buku-buku dalam format digital. Bahkan, koleksi buku tersebut bertambah. Bukan secara fisik, melainkan secara digital. Buku-buku digital terbaru sudah dapat mereka nikmati di taman bacaan tersebut. Taman bacaan ini menjadi taman bacaan digital pertama di Indonesia.

XL XMart VillageSelain fasilitas buku dan fasilitas digital, taman bacaan ini juga memiliki fasilitas perangkat Virtual Reality (VR). Perangkat VR ini telah dilengkapi dengan sejumlah aplikasi yang sesuai dengan program Internet Sehat atau Melek Internet yang XL selalu dukung.

Dalam program XL Xmart Village 3.0, XL juga meluncurkan standarisasi smart toilet dari sudut pandang wanita. Smart toilet ini telah diujicobakan di desa Cibeusi dan framework yang disusun telah melalui tahap-tahap riset sesuai dengan arahan dari pihak ITB.

Standarisasi toilet pintar ini memberikan parameter kelayakan berdasarkan ukuran, sirkulasi udara, pencahayaan, tingkat privasi, dan beberapa parameter lainnya berdasarkan kebutuhan wanita. Standarisasi ini merupakan yang pertama di dunia dan harapan utamanya adalah dapat menjadi acuan baru penyediaan sanitasi di desa-desa lainnya.

 Untuk membantu pariwisata di kawasan desa-desa Cibeusi dan Batu Loceng, XL melengkapi alat bantu promosi berupa website yang berisi beragam info mengenai desa. Selain itu juga ada geomapping wilayah desa sebagai panduan lokasi wisata, video 360 yang menyajikan pengalaman berkeliling desa, hingga SMS Blast ke wilayah potensial.

Yang unik dari XL Xmart Village 3.0 ini adalah tersedianya akun instagram serta video 360. Konten dari layanan ini dibuat, sepenuhnya oleh masyarakat setempat, termasuk penyusunan dan pengolahannya dalam format video 360.

Hal ini membuktikan bahwa tingkat adopsi masyarakat terhadap teknologi digital tidak kalah dengan masyarakat kota selama mereka diberi kesempatan yang sama untuk belajar. Video tersebut dapat dilihat pada laman xmartvillage.com.

XL juga mengadakan pelatihan digital bagi anak-anak sekolah dan komunitas ibu-ibu wirausaha untuk membudayakan Internet Sehat dan mengenalkan dunia e-commerce. Melalui pelatihan ini mereka belajar bagaimana memanfaatkan teknologi secara positif.