ArenaLTE.com – Kawasan Indonesia sangat luas dengan kontur geografi yang beragam. Sehingga menyulitkan operator untuk menggelar infrastruktur jaringan yang merata hingga seluruh pelosok negeri. Permasalah itu mungkin akan bisa teratasi dengan Project Loon milik Google.

Project Loon merupakan program yang digagas oleh Google. Di mana perusahaan menggunakan teknologi balon udara untuk menyebarkan koneksi internet di daerah-daerah terpencil yang tak terjangkau oleh koneksi internet kabel maupun sinyal dari operator seluler.

Teknologi balon udara ini memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber daya utama balon yang mengudara pada ketinggian sekitar 20 km di atas permukaan laut. Sehingga diharapkan bisa berfungsi layaknya menara pemancar. Project Loon milik Google menurut rencana akan diuji coba di Indonesia dengan menggandeng tiga operator, salah satunya adalah XL Axiata.

Melalui kerja sama ini, XL akan melakukan integrasikan Project Loon milik Google melalui 4G LTE di frekuensi 900 Mhz. Ujicoba pemasangan infrastruktur jaringan balon udara dimaksudkan untuk penyediaan akses internet di wilayah terpencil.

Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata, dalam keterangan resminya mengatakan akses informasi menjadi salah satu kunci kemajuan di era digital saat ini. Karena itu, layanan Internet yang memadai menjadi kebutuhan penting bagi kita untuk bisa mempercepat pembangunan dan perekonomian di daerah-daerah terpencil.  “XL melihat kesempatan untuk bisa mengatasi hambatan geografis wilayah Indonesia melalui Project Loon. Untuk itu kami menyambut baik kerjasama untuk uji coba ini,” ujar Dian.

Disaksikan oleh Menteri Kominikasi dan Informatika, Rudiantara, Dian Siswarini dan Vice Presiden Project Loon – Google, Mike Casidy telaha menandatangani nota kesepahaman di markas besar perusahaan internet raksasa di Mountain View, Amerika Serikat.

Disela acara tersebut, Michael Cassidy menyatakan pihaknya menyambut gembira kerjasama dengan XL Axiata untuk memulai pengujian proyek balon internet di Indonesia. “Uji coba ini merupakan langkah penting menuju membawa Indonesia menjadi lebih online. Dan bersama-sama, kami berharap dapat mmenjangkau puluhan juta orang-orang yang saat ini tidak memiliki akses ke jaringan internet,” kata Cassidy.

 

Dian Siswarini mengungkapkan bahwa teknologi pada Project Loon merupakan alternatif yang sangat efisien secara ekonomi dan operasional, mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan jumlah penduduk yang sangat besar namun tidak merata. Layanan ini dapat menjadi solusi dalam pemerataan koneksi internet ke wilayah terpencil di seluruh Nusantara.
Baca: Dian Siswarini: Jurus Empat Pilar Untuk Pengembangan Berkelanjutan XL Axiata

Dalam nota dijelaskan bahwa masa percobaan Project Loon milik Google direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2016, dan pelaksanaan komersialisasi akan memakan waktu 2 – 3 tahun selanjutnya. XL Axiata juga menjelaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap potensial pasar dari penyediaan layanan Project Loon ini, sehingga nantinya akan ada diskusi lebih lanjut pada Google.

Teknologi yang ditawarkan ini akan lebih sesuai untuk diterapkan di luar Jawa di mana banyak area masih belum terlayani internet secara maksimal oleh semua operator. Operator GSM ini juga menerangkan bahwa akan terus mengembangkan teknologi infrastruktur terbaru, sehingga bisa lebih menjangkau 100 juta masyarakat Indonesia.