ArenaLTE.com – Demi memperbaiki kinerja perusahaan, XL Axiata kembali mengumumkan percepatan pelunasan hutan dengan total nilai sebesar USD150 juta. Dari angka tersebut, dibayarkan sebesar USD50 juta kepada UOB, serta Standar Chartered Bank senilai USD100 juta. Hal ini diungkapkan pihak perusahaan, sebagai langkah untuk menyehatkan kinerja keuangan XL dengan percepat pelunasan hutang.

Dalam keterangan tertulisnya, Dian Siswarini, Presiden Direktur XL, mengungkapkan,”Kami terus berupaya untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui perubahan pinjaman ke mata uang Rupiah serta melakukan percepatan pelunasan pinjaman USD. Ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif perusahaan untuk secara proaktif mengurangi beban kurs sehingga bisa meningkatkan kinerja pengelolaan neraca keuangan,” Jelasnya.

Menurutnya, pelunasan pinjaman sebesar USD 50 juta kepada bank UOB dibayarkan melalui kas internal. Selain itu, XL juga telah melakukan penarikan pinjaman sebesar Rp 1,5 Triliun dari bank BCA yang akan digunakan untuk melunasi pinjaman dari Standard Chartered Bank sebesar USD 100 juta.

Dengan percepatan pelunasan kedua yang dilakukan perusahaan, XL Axiata mencatat bahwa telah melakukan pelunasan hutang total sebesar USD480 juta, yang merupakan rangkaian dari berbagai inisiatif yang secara proaktif dilakukan XL untuk mengurangi beban pinjaman USD.

Seiring dengan  agenda transformasi bisnis yang sedang dijalankan, manajemen XL telah secara jelas dan nyata menjalankan rencana untuk secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan yang mencakup pengurangan resiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Sebelumnya, pada Minggu, 18 September 2015 lalu, XL juga sudah mengumumkan percepatan pelunasan atas pinjaman dari Bank UOB sebesar USD 100 juta yang merupakan bagian dari pinjaman eksternal dalam US Dollar yang tidak memiliki lindung nilai (hedging) pada neraca keuangan XL.

Lalu pada 1 Oktober 2015, XL juga telah mengumumkan konversi atas pinjaman dari BTMU sebesar USD 180 juta ke dalam mata uang Rupiah, sekaligus percepatan pelunasan atas pinjaman sebesar USD 50 juta dari Bank UOB.

Agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal tahun 2015. Strategi 3R ini meliputi ‘Revamp, Rise & Reinvent’. Transformasi bisnis dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XLdapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.