ArenaLTE.com – Nasib tragis menimpa layanan streaming musik MixRadio. Pada mulanya aplikasi ini menjadi salah satu andalan Nokia yang memungkinkan pengguna mengunduh lagu digital secara legal. Kemudian mereka mengubah strategi menjadi penyedia layanan musik radio digital dan berganti nama menjadi MixRadio. Dalam perjalanannya, produsen ponsel terkemuka ini dibeli Microsoft termasuk beberapa layanan yang ada di dalamnya.

Perusahaan social messaging LINE rupanya berminat dengan keunikan fitur yang dimiliki layanan Streaming Musik MixRadio. Pada Desember 2014, MixRadio resmi berpindah tangan ke LINE yang membelinya dari Microsoft dan berharap bisa membesarkannya. Namun tak sesuai ekspektasi, hanya butuh waktu setahun kemudian, LINE secara resmi menutup MixRadio. Alasan menghentikan karena tidak menguntungkan secara finansial.

Melalui blog resminya, LINE menjelaskan bahwa berdasarkan penilaian dari kinerja anak perusahaan secara keseluruhan dan tantangan keuangan yang ditimbulkan oleh pasar musik streaming. Sesuai dengan prioritas bisnis, akhirnya LINE mengambil kesimpulan bahwa pertumbuhan di masa depan akan sulit dan akhirnya memutuskan untuk menghentikan layanan streaming musik Mix Radio.

LINE mulai menggeser strategi sejak pertengahan 2015 untuk memprioritaskan wilayah Asia dan pasar lain yang populer daripada hanya sekedar mengejar ambisi internasional. Sebagai bagian dari itu, LINE juga sedang mengembangkan layanan baru yang mungkin ada kaitannya dengan layanan yang sedang populer seperti pemesanan kendaraan online Gojek di Indonesia atau asisten layanan digital di Thailand.
Baca: Bantah ‘Kecolongan’, Ini Tanggapan LINE Indonesia Perihal Kontroversi Stiker LGBT

Akuisisi MixRadio merupakan cerita lama ketika ada peluang untuk untuk melakukan ekspansi global. Karena sekarang fokusnya bukan lagi global, mungkin inilah salah satu alasan lain kenapa layanan streaming musik MixRadio dihentikan.

layanan streaming musik MixRadioMixRadio menjadi salah satu pilihan penikmat layanan musik streaming untuk para pecinta musik terutama bagi mereka yang merupakan fans dari smartphone Microsoft. Dimana Layanan MixRadio ini cukup lama menjadi eksclusiv bagi pengguna Windows OS saja, meskipun akhirnya tersedia untuk iOS dan Android sejak Mei lalu, namun dalam beberapa minggu kedepan layanan ini akan secara resmi ditutup.

Meskipun demikian LINE masih memiliki asset dan teknologi MixRadio yang memungkinkan untuk digabungkan dengan layanan lainnya. Perusahaan juga masih akan melanjutkan layanan unik yang akan memberikan pengalaman baru bagi penggunanya yang menggabungkan antara layanan komunikasi dan musik melalui LINE MUSIC service.

LINE menawarkan layanan streaming musiknya di pasar negara Jepang dan Thailand sebagai salah satu market terbesar mereka dengan pengguna lebih dari 30 juta orang. Jadi sebenarnya LINE menyadari akan investasi yang dilakukannya termasuk peluang dan tantangan yang akan dihadapinya dari layanan streaming ini.