ArenaLTE.com – VMware menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung terwujudnya transformasi digital di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Perusahaan teknologi ini ingin meningkatkan fokus mereka dalam menyuguhkan business mobility, mewujudkan cloud yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru di masa depan yang terus berkembang (future proofing), serta keamanan yang kian kokoh.

Menurut Adi Rusli, Senior Director & Country Manager, VMware Indonesia, meluasnya pemanfaatan cloud dan tingginya pengadopsian mobilitas berimbas besar pada tumbuhnya inovasi dan hal ini berhasil memicu terjadinya disrupsi di segala bidang. “Di tengah geliat transformasi digital dan ekonomi, VMware mengukuhkan komitmennya untuk mempersenjatai organisasi dan perusahaan di ASEAN, termasuk Indonesia, dengan serangkaian solusi dan pemahaman dan keterampilan teknis dalam rangka menunjang terwujudnya proses transformasi IT dan meraih hasil nyata dalam bisnis mereka secara lebih simpel, cepat, dan terjangkau,” tutur Adi.

Merujuk kepada temuan-temuan dari Asia/Pacific Digital Transformation (DX) MaturityScape Benchmark Survey 2016 yang dirilis IDC, 34 persen organisasi dan perusahaan di ASEAN menyatakan mulai merasakan hadirnya peluang-peluang baru yang dipicu oleh mulai sempurnanya proses Transformasi Digital atau Digital Transformation (DX). Mereka bahkan juga mulai membangun fondasi dasar yang dibutuhkan untuk menyiapkan kapabilitas digital mereka.

Organisasi-organisasi tersebut diharapkan untuk dapat fokus dalam meningkatkan pengintegrasian dan peningkatan konsistensi pada seluruh inisiatif digital yang mereka selenggarakan dalam rangka menyiapkan diri memasuki babak baru dari proses pematangan selanjutnya. Di sisi lain, hampir 50 persen organisasi di ASEAN justru resisten terhadap proses digital ini atau menjadi “Digital resisters” dan masih berkutat di tahap Ad-Hoc pada proses kematangan DX tersebut.

 

Sementara itu menurut Sandra Ng, group vice president, Asia Pacific, IDC, mewujudkan strategi digitalisasi di perusahaan menjadi prioritas utama bagi CEO dan para pemimpin perusahaan di kawasan Asia/Pasifik. Organisasi-organisasi dan perusahaan-perushaan di ASEAN perlu lebih fokus dalam mengakselerasikan kapabilitas digital mereka yang akan meningkatkan daya saing berkat kemampuan dalam menawarkan sesuatu yang berbeda kepada konsumen. “Kontekstualiasi teknologi yang inovatif untuk bertransformasi dan melakukan disrupsi di pasar adalah langkah yang tepat guna meraih kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Dengan separuh dari total jumlah penduduk seluruhnya telah terkoneksi melalui ponsel pintar, Asia Tenggara kini telah berubah pesat menjadi kawasan dengan julukan mobile-first di dunia. Posisi karyawan, perangkat, aplikasi, serta data kini tidak lagi dibatasi oleh kendala fisik di tempat kerja. Dengan kondisi teknologi dan tim yang terpisah-pisah dan tidak selaras, digital enterprise terkendala dalam menghadirkan sebuah digital workspace terpadu di lingkungan mereka. Kehadiran Workspace ONE oleh VMware diharapkan mampu menjawab seluruh tantangan tersebut berkat suguhan lengkap.

 

Sedangkan dari survei VMware ASEAN Business terungkap bahwa 91 persen bisnis di Asia Tenggara menyoroti mengenai komputasi cloud sebagai key enabler dari inovasi yang mereka lakukan. Dari angka tersebut, 54 persen diantaranya siap untuk mengadopsi pendekatan hybrid cloud. Di sektor inipun, VMware menawarkan pelanggan dan memungkinkan mereka untuk melakukan provisi dan mengelola layanan komputasi, storage, jaringan, serta aplikasi di seluruh lingkungan hybrid cloud dalam beragam skala.