Drone sekarang semakin populer dan mulai dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya adalah Verizon, perusahaan telekomunikasi nirkabel terbesar Amerika Serikat, yang berkolaborasi dengan NASA untuk mengembangkan teknologi yang mengarahkan dan memantau drone alias pesawat tanpa awak baik sipil dan komersial dengan menggunakan jaringan menara ponsel mereka.

Verizon menandatangani kesepakatan tahun lalu dengan NASA “untuk bersama-sama meneliti apakah menara sel … bisa mendukung komunikasi dan pengawasan sistem udara tak berawak (UAS) pada ketinggian rendah”.

Proyek dengan dana $ 500.000 ini sekarang sedang berlangsung di NASA Ames Research Center, Silicon Valley California. NASA berencana tes pertama dari sebuah sistem kontrol lalu lintas udara untuk drone pada musim panas ini, dengan Verizon dijadwalkan untuk memperkenalkan konsep untuk menggunakan menara ponsel untuk mengambil data data, navigasi, pengawasan dan pelacakan drone pada 2017.

Nasa sedang mempertimbangkan pemantauan drone dengan berbagai sensor termasuk radar, satelit yang mengorbit dan sinyal ponsel. Sistem ini juga cenderung berbasis cloud, yang berarti bahwa drone perlu link internet untuk men-download informasi tentang cuaca, lalu lintas dan zona yang tidak boleh mereka lalui.

Drone masih perlu sensor on-board untuk menavigasi dan koneksi data jikalau terbang terlalu jauh dari menara jaringan. Salah satu keuntungan Verizon adalah mereka diperkirakan memiliki 12.000 sampai 15.000 menara di seluruh negeri paman Sam dan kecepatan tinggi jaringan 4G LTE yang paling luas.