ArenaLTE.com – Lambat laun, layanan 4G bakal menjadi andalan operator dalam mengais rejeki. Suka atau tidak suka, operator telekomunikasi pun harus meninggalkan teknologi pendahulunya – yaitu jaringan 3G maupun yang sebelumnya 2G – di seluruh jaringan selulernya karena alasan biaya dan efisiensi.

“Saya kira 5-6 tahun lagi layanan jaringan 3G bakal habis lebih dulu,” ujar Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosat Ooredoo saat dihubungi ArenaLTE.com baru-baru ini. Menurutnya, ada sejumlah alasan yang membuat operator telekomunikasi seluler cepat atau lambat tak lagi berinvestasi di jaringan 3G dan meninggalkannya.

alex-roesli-2
Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosat Ooredoo

Alex mengungkapkan jika layanan 3G bakal habis lebih dulu ketimbang 2G. Tak mengherankan karena saat ini banyak daerah yang masih banyak bergantung dan memanfaatkan jaringan serta layanan 2G. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan layanan dasar seperti voice dan SMS cenderung tetap tinggi. “Jadi 2G masih akan bertahan cukup lama.”

Alasan lain, tambah Alex, 4G secara teknologi lebih stabil dari 3G. memang cara kerjanya dan desainnya lebih bagus. Bahkan, ada daerah tertentu dimana Indosat memilih untuk ‘melewatkan’ pemasangan jaringan 3G alias langsung mengimplementasikan jaringan 4G sebagai sarana akses layanan data di sana.

Saat ini, seluruh area coverage Indosat dipayungi  jaringan 2G dan hampir semua area juga mendukung jaringan 3G. Baik layanan 2G/3G masih tetap akan dipertahankan Indosat, karena di samping layanan 4G terus bergulir tetap membutuhkan atau ditemani jaringan 2G/3G.

Kendati begitu, Alex mengaku jika dalam dua tahun ke depan pihaknya sudah tidak akan melakukan investasi di 3G. “Tapi untuk saat ini, kami masih terus melakukan investasi di 3G.”

Tersedianya jaringan berbasis broadband 4G membuat layanan berbasis data dan internet semakin efisien. Operator dapat melayani pelanggan lebih banyak dengan kualitas akses data yang lebih baik. Kehadiran 4G memudahkan digelarnya bermacam layanan dengan kualitas sesuai kebutuhan pengguna.

Sayangnya, langkah operator meninggalkan jaringan 3G sepertinya masih terhambat. “Memang layanan 3G baru akan habis 5-6 tahun lagi, tapi kalau bisa sih lebih cepat lagi. Untuk 2G dan 3G layanan masih terus berjalan hanya saja kapasitas mulai dikurangi. Khususnya di 2G.”

Sampai sejauh ini pelanggan 2G Indosat relatif stabil dimana untuk di luar pulau Jawa bahkan masih terus bertambah. Antara lain di Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi.  Sementara, tukas Alex, pelanggan 3G pun masih terus bertambah meski tidak secepat 4G.

Peralihan dari 3G ke 4G pun tidak bisa disebut mudah. Untuk diketahui saja, saat ini jumlah handset 3G masih begitu melimpah di pasaran dan berkeliaran di jaringan Indosat. Dengan fakta tersebut, operator tentu tidak bisa serta-merta langsung mencabut jaringan 3G.

Soal nasib pengguna 3G nanti yang belum beralih ke 4G saat jaringan ditutup, Alex mengaku pihaknya bakal mengajak pelanggan pindah dengan insentif. Banyak keuntungan yang membuat pengguna 3G beralih antara lain dari kecepatan akses.

“Layanan 4G tentu lebih nyaman dipakai untuk menonton video atau dipakai bermain game online. Lebih dari itu, sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat kan kestabilan. Jadi selain kecepatan, internet pun harus stabil. Di Indosat kami berusaha menjaga layanan internet tetap stabil. Soal tarif sih sama saja antara 3G dan 4G, bahkan mulai dilebur kok. Sudah sedikit sekali pemisahan tarif.”

Alex memang enggan memaparkan secara detil komposisi pengguna layanan 2G, 3G dan 4G. Tapi ia mengklaim jika jumlah total pelanggan mereka per kuartral II 216 mencapai 80 juta lebih. Mengenai average revenue per user (ARPU) antara pengguna 2G, 3G dan 4G jika digabungkan rata-rata ada di kisaran 26-27 ribu.