ArenaLTE.com – Adu kecepatan koneksi dalam komersialisasi 4G LTE-A (Long Term Evolution Advanced) masih menjadi nilai promosi yang ampuh untuk meyakinkan calon pengguna. Contohnya seperti operator Turkcell yang mengklaim telah menghasilkan kecepatan mobile broadband hingga 1,2 Gbps pada sebuah demo yang mereka lakukan belum lama ini. Hal ini mereka hasilkan berkat dukungan vendor jaringan asal Cina, Huawei.

“Dengan lelang 4.5G, kami telah menawarkan internet mobile broadband tercepat dan kami tidak hanya menawarkan 4.5G yang tercepat, melainkan melakukan upaya lebih dari itu dalam rangka untuk mencocokkan pengalaman serat saat di ponsel,” ucap Ilker Kuruoz, CTO Turkcell.

Turkcell-4.5G

Operator terbesar Turki ini telah meluncurkan teknologi 4.5G pada April 2016. Pada bulan Agustus tahun lalu, mereka membayar sekitar € 1.62 juta untuk mendapatkan 172,4 MHz spektrum dalam lelang spektrum yang diadakan di Turki.

Dalam demo yang dilakukan di Istanbul, Turkcell menggunakan frekuensi 79,8 MHz yang terdiri dari 29,8 MHz (20 + 9.8) di pita 1800 MHz, 30 MHz (20 + 10) pada pita 2.100 MHz, dan 20 MHz di pita 2600 MHz. Sebagai informasi, Turkcell telah mengakuisisi spektrum 1800, 2100 dan 2600 Mhz.

Sebelumnya pada Desember 2015, operator asal Norwegia, TeliaSonera juga telah meluncurkan LTE-A dengan kecepatan yang koneksi hingga 1 Gbps.

Sementara bagaimana dengan di Indonesia? 4G LTE-A memang sudah hadir lewat operator Smartfren, namun kecepatan koneksi yang digeber memang tak sampai seheboh di Turki dan Norwegia. Jaringan 4G LTE-A Smartfren bisa menghadirkan kecepatan sampai 300 Mbps.

Teknologi Carrier Agregation memungkinkan kecepatan fantastis itu bisa diraih. Carrier Agregation merupakan teknologi seluler terkini yang menggunakan dua frekuensi agar kecepatan lebih tinggi bisa dicapai. Untuk hal tersebut Smartfren menggunakan spektrum 2.300 MHz dengan mengaplikasikan teknologi TDD-LTE (Time Division Duplex LTE) dan spektrum 850 MHz dengan mengaplikasikan teknologi FDD-LTE (Frequency Division Duplex LTE).