Saat ini infrastruktur jaringan Tri memang sudah dipersiapkan untuk teknologi 4G LTE, namun belum secara menyeluruh.

ArenaLTE.com – Proses refarming 1.800MHz untuk 4G LTE di Indonesia telah rampung dilakukan operator di Tanah Air. Bahkan tiga operator berbasis GSM (Indosat, Telkomsel, dan XL) sudah mengkomersilkan layanan di jaringan tersebut. Begitupun dengan Smartfren yang berasal dari CDMA sudah gencar menggelar 4G. Namun sayangnya, hanya Tri yang belum benar-benar bisa fokus mengembangkan jaringan tersebut. Pihak perusahaan berdalih masih akan fokus terhadap jaringan 3G.

Melalui keterangan via pesan WhatsApp, Dani Buldansyah, Wakil Direktur Utama Tri (3), mengungkapkan, ”Kami akan mulai di Jakarta pada akhir tahun. Kemudian lanjut dengan kota potensial lainnya di 2016. Saat ini kami fokus dengan meningkatkan layanan data service melalui teknologi 3G,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, saat ini infrastruktur jaringan Tri memang sudah dipersiapkan untuk teknologi 4G LTE, namun hal tersebut belum dilakukan secara menyeluruh. Tidak semua base transceiver station (BTS) milik perusahaan sudah mengadopsi 4G. Karena hanya baru sebagian saja yang sudah mengadopsi teknologi tersebut sisanya masih teknologi lama.

“Masih sedikit, kurang dari 100 BTS. Kita masih fokus 3G karena pelanggan kita yang memakai handset 3G dan belum 4G masih dominan,” ujar Dani memberi keterangan. Dirinya juga mengungkapkan bahwa pelanggan data di jaringan 3G miliknya masih besar. Sehingga masih lebih fokus kepada pelanggan di dalam jaringan tersebut.

“Pelanggan lebih dari 55 juta. Sebanyak 60% nya adalah pelanggan data dengan device yang masih mengadopsi 3G,” terang Budi. Ia juga menyebutkan, alokasi frekuensi yang dimiliki perusahaan untuk menggelar 4G ini, sudah cukup besar dan mengakomodasi pelanggan yang ada.

Budi menjelaskan, ”Tentunya semakin besar alokasi frekuensi yang dimiliki akan memberikan service lebih baik. Tapi untuk 2 tahun ke depan masih memadai,” terangnya.
Baca juga: Review aplikasi BimaTri, pengingat digital pelanggan

Sebagai informasi, operator Tri Hutchison memiliki spektrum dengan lebar 20MHz dan alokasi sebesar itu sudah terbagi ke dalam beberapa blok frekuensi. Seperti halnya kapasitas 5MHz untuk teknologi 2G dan teknologi 4G ada sebesar 5MHz. Sedangkan untuk frekuensi 2,1GHz memiliki kapasitas sebesar 10MHz yang diklaimnya cukup untuk mengakomodasi pelanggannya pada kebutuhan akses data. Sementara itu khusus di frekuensi 1800 Mhz, Tri memperoleh kapasitas 10 Mhz. Paling kecil jika dibandingkan tiga operator lain, yakni XL 22,5 MHz; Indosat 20 MHz; dan Telkomsel 22,5 MHz.