ArenaLTE.com – Menjamurnya bisnis Online bisa dibilang sangat membantu masyarakat Tanah Air, terutama dalam hal berbelanja pnline secara cepat. Namun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kejadian penipuan lebih banyak dilakukan dalam ranah bisnis Online. Untuk menghindari hal tersebut, Carousell sebagai Market place berbasis komunitas menyarankan beberapa tips untuk menghindari penipuan saat belanja Online.

Ditemui disela acara pagelaran toko offline oleh para seller Carousell, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2016), Olivia Lautner, Manager Carousell Indonesia, menjelaskan bahwa memang kejahatan online yang sering terjadi adalah pada kasus penipuan. Kejadian yang kerap kali ditemukan pengguna adalah saat bertransaksi dalam satu situs.

“Kejahatan penipuan memang sering kali terjadi di ranah situs jual-beli online, karena hal tersebut mudah dilakukan para pelaku untuk menjerat korban. Namun, ada beberapa cara untuk menghindari aksi penipuan saat bertransaksi online atau membeli suatu produk di situs jual-beli,” jelas Olivia.

Olivia melanjutkan, seperti halnya dalam situs Market place  Carousell ada cara yang bisa dilakukan pembeli untuk terhindar dari aksi penipuan. “Dalam situs tersebut kita menerapkan sistem keamanan verifikasi, serta beberapa fitur aplikasi yang dapat langsung memberi penilaian baik maupun buruk kepada pengguna,” pungkasnya.

Para merchant atau penjual dalam Carousell saat mendaftarkan diri, Olivia menjelaskan bahwa sistem akan meminta kepada penjual untuk mencatumkan nomor ponsel atau telefon. Proses verifikasi akun akan dikirimkan melalui SMS, sehingga hal itu bisa meyakinkan perusahaan bahwa seller adalah benar akun yang aktif dan bisa dihubungi.

“Calon pembeli sebaiknya melihat dengan detail profil si penjual, ini kunci untuk terhindar penipuan Selanjutnya, lihat rate atau nilai yang diberikan para pembeli yang sudah melakukan transaksi dengan seller. Karena ada beberapa ikon yang bisa menjadi penilaian, seperti halnya senang, sedih, negatif dan kami sarankan untuk hindari penjual dengan rate negatif,” jelas Olivia.

Dirinya juga mengungkapkan, dalam aplikasi yang dikembangkan perusahaan pada platform Android maupun iOS, pengguna bisa melakukan chating langsung atau berkirim pesan kepada penjual.”Lihat respons yang diberikan penjual, tanyakan secara detail dan lakukan deal sebaik mungkin, lalu penjual dan pengguna bisa bertemu untuk transaksi langsung,” tutupnya.