ArenaLTE.com – Smartphone besutan vendor Tiongkok terus menggerojok pasar Tanah Air dengan deras. Bahkan, kian hari pertumbuhannya terlihat semakin signifikan seiring melimpahnya seri baru yang digelontorkan para vendor seperti Oppo, Huawei atau Lenovo. Ditambah masuknya beberapa merek seperti Vivo, Coolpad, Meizu dan lain-lain ke pasar smartphone Indonesia.

Dari penelusuran Counterpoint Research tercatat jika vendor handset asal Tiongkok semakin rakus dalam melahap kue pasar smartphone Indonesia. Eksistensi mereka di segmen smartphone terlihat dengan penguasaan market share 33% dari total pasar. Sebagian besar dilahap oleh brand papan atas seperti Oppo, Lenovo, Huawei, Vivo dan beberapa yang lain.

Langkah agresif vendor asal Tiongkok ini juga turut dipicu oleh keberhasilan mereka di skala global. Bergantian vendor-vendor ini menempati posisi lima besar pabrikan dunia. Riset dari IDC per Q1 2016 memperlihatkan jika Lenovo dan Xiaomi tergusur dari klasemen teratas.  Tapi penggantinya tetap pun tetap berasal dari Tiongkok yakni Oppo dan Vivo.

Sementara Huawei menempati posisi ketiga, tetap di bawah Samsung dan Apple. Huawei tersenyum lebar berkat performa P9, Mate series dan Nexus 6. Ditambah juga dengan pergerakan segmen entry level mereka dari keluarga Honor. Huawei mengapalkan tak kurang dari 27,5 juta unit dengan pertumbuhan spektakuler 58 persen.

Ilustrasi sentra ponsel ITC Roxy Mas (Foto: Bimo)
Ilustrasi sentra ponsel ITC Roxy Mas (Foto: Bimo)

Lantas bagaimana peta persaingan pasar smartphone Indonesia? Counterpoint mencatat bahwa untuk pengapalan smartphone di Indonesia per Q2 2016, Samsung masih jagonya dengan penguasaan pasar sekitar 22%. Menyusul di bawahnya Oppo yang merangsek posisi kedua dengan dominasi sekitar 17,3%. Asus harus rela tergusur di posisi ketiga dengan market share sekitar 13,9%.

Di posisi ketiga dan keempat ada Evercoss dan Smartfren yang masing-masing meraup market share 6,4% dan 5,9%. Selebihnya merek-merek lain terpaksa berbagi dengan market share yang mencapai 34,5% di pasar smartphone Indonesia.

Menariknya, di sela-sela kegarangan vendor Tiongkok mengangkangi pasar smartphone Indonesia, ternyata vendor India mulai mengintip. Tertarik mencuri-curi pasar. Beberapa brand India seperti Lava, Intex, Micromax terlihat punya hasrat besar bermain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bahkan, beberapa produk Lava sudah mulai ditemukan di sini. Counterpoint sendiri mencatat jika Lava menikmati pertumbuhan yang cukup stabil dalam hal pengapalan.

Lepas dari itu, beberapa merek lain pun sepertinya tengah bersiap menjajaki pasar Indonesia di kuartal selanjutnya. Merek-merek seperti Wiko, Infinix, Coolpad dan Meizu menjadi beberapa pemain yang bisa merangsek kue di pasar lokal dan global dengan harga agresif serta lini produk atraktif.