ArenaLTE.com – Cheetah Mobile salah satu vendor penyedia mobile utility dan antivirus smartphone Android memberikan laporan terbaru mereka tentang keamanan selular di dunia khususnya virus Android. Laporan yang di rilis oleh Cheetah Mobile ini memberikan informasi mendetail mengenai pertumbuhan virus, situs phising, malware, kebocoran data dan jumlah perangkat Android yang terinfeksi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Menurut laporan Cheetah Mobile yang diterima ArenaLTE.com, selama tahun 2015 ternyata jumlah virus Android meningkat dua kali lipat lebih besar daripada jumlah total virus selama tiga tahun terakhir. Selama 4 tahun terakhir, virus Android meningkat pesat, ada lebih dari 9,5 juta virus Android selama tahun 2015 dan melebihi tiga kali jumlah pada tahun 2014.

Virus Android 2016Tahun 2015 ini, ada lebih dari dari 55% dari pengguna Android telah dipengaruhi oleh malware promosi berbahaya ini. Ada sekitar 800.000 pengguna Android dipengaruhi oleh malwares promosi berbahaya, sementara virus pembayaran mobile mengakibatkan kerugian informasi kepada lebih dari 300.000 pengguna.

Virus Android 2016China, India, dan Indonesia adalah tiga negara yang paling parah terkena dampak. Terlepas dari besarnya basis pengguna Android, alasan lain dari negara-negara ini menjadi yang paling parah adalah bahwa pasar aplikasi pihak ke tiga yang berlaku di daerah-daerah, dan sebagian besar dari pasar aplikasi pihak ke tiga ini telah terkontaminasi oleh malwares karena pemantauan yang lemah dari pasar aplikasi pihak ke tiga.

Virus Android 2016Dan yang bahaya nya, ternyata diantara 9,5 juta virus tersebut lebih dari 60% berkaitan dengan pembayaran mobile. Malware pembayaran mobile ini memalsukan halaman pembayaran yang sebenarnya dan menipu pengguna untuk memasukkan informasi pribadi mereka, termasuk informasi rekening bank, informasi ID, dan nomor telepon untuk mencuri barang milik pribadi. Lonjakan virus pembayaran mobile berkaitan erat dengan populernya pembayaran mobile dan telepon perbankan.

Virus Android 2016Tidak hanya membuat tampilan palsu, virus dan malware berbahaya ini juga membuat iklan-iklan terus bermunculan dan memaksa kita menginstal aplikasi tertentu yang sulit dihapus. Pencurian data dari dalam smartphone juga banyak terjadi, umumnya, virus tersebut bersembunyi di dalam perangkat mobile pengguna untuk mencuri pesan-pesan teks, informasi kontak, lokasi, dan bahkan foto-foto personal. Malware ini dapat menyebabkan kerugian parah pada pengguna karena kebocoran data.