ArenaLTE.com – Telkomsel terus mengupayakan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sampai ke daerah terpencil. Belakangan, Telkomsel memperkuat layanan telekomunikasi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste guna mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dalam keterangan pers yang diterima ArenaLTE.com, sebagai perusahaan milik bangsa Indonesia, Telkomsel bertanggungjawab menghadirkan layanan telekomunikasi di garis terdepan negara.” Infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas menjadi obyek vital untuk menjaga kedaulatan negara kita tercinta.”

Salah satu langkah yang digeber Telkomsel di wilayah perbatasan dengan Timor Leste salah satunya dengan memperkuat sinyal di area batas negara dan area tanpa sinyal, memasang 12 base transceiver station (BTS) tambahan sepanjang tahun ini. Selain itu, Telkomsel juga meningkatkan ketersediaan catu daya dan perangkat transmisi untuk memperkuat jaringan telekomunikasi.

“Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar upaya untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan melalui kehadiran layanan telekomunikasi bisa segera terwujud,” jelas Mas’ud.

Telkomsel menambahkan jika di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pihaknya menggelar 33 BTS di garis terdepan perbatasan dengan Timor Leste. Perusahaan plat merah ini melayani 30 titik pos pengamanan perbatasan yang ada di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka yang berbatasan dengan Timor Leste bagian timur, serta Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan Timor Leste bagian barat.

Secara nasional Telkomsel memiliki sebanyak 499 BTS (2G & 3G) di daerah perbatasan. Penyediaan jaringan telekomunikasi di Kawasan Timur Indonesia, termasuk daerah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi beratnya medan yang harus ditempuh dan tingginya biaya operasi.