ArenaLTE.com – Sebagai bagian dari roadmap teknologi mobile broadband, Telkomsel menggandeng Huawei untuk melakukan implementasi teknologi jaringan 4.5G di kota Bandung, bersamaan dengan 8 kota lainnya yang ada di Indonesia.

Namun implementasi tersebut belum meng-cover hingga seluruh kota, karena baru sebatas uji coba di 11 GraPARI Telkomsel yang berada di Medan, Jakarta, Bandung, Denpasar, Mataram, Pontianak, Makassar, Manado, dan Ambon.

Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Yetty Kusumawati mengatakan penerapan teknologi 4.5G di kota Bandung kali ini dan uji coba teknologi seluler 1 Gbps yang pernah dilakukan di Jakarta merupakan tahapan menuju diimplementasikannya teknologi 5G di Indonesia.

“Melalui teknologi 4.5G yang dihadirkan di pusat layanan pelanggan ini, Telkomsel kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjadi yang terdepan dalam penerapan roadmap teknologi mobile broadband terkini, dan diharapkan akan memberikan pengalaman digital yang berbeda dan baru bagi pelanggan,” ujar Yetty.

Uji coba teknologi 4.5G oleh Telkomsel dan Huawei di Bandung
Uji coba teknologi 4.5G oleh Telkomsel dan Huawei di Bandung

Teknologi 4.5G yang diimplementasikan Telkomsel dan Huawei memanfaatkan Long Term Evolution (LTE) di spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Penggabungan teknologi tersebut memungkinkan akses data melalui teknologi 4.5G lebih cepat hingga dua kali lipat daripada teknologi 4G serta latensi yang sangat rendah, kurang dari 10 milidetik dibandingkan teknologi 4G. Untuk implementasi teknologi jaringan 4.5G Telkomsel didukung didukung jaringan fiber optic dari PT Telkom Indonesia dan bekerja sama dengan mitra penyedia jaringan Huawei.

Sementara itu Deputi CEO Huawei Indonesia, Mr Sun Xi Wei menjelaskan uji coba ini untuk memperkenalkan teknologi 4.5G di kota Bandung, sebagai bagian untuk melayani jaringan di Pulau Jawa.

Baca juga:
Hore! Telkomsel dan Huawei Uji Coba Mobile Broadband 4G LTE 1Gbps
Kenapa Kecepatan Internet 4G LTE Belum Maksimal? Ini Penjelasannya
11 Smartphone 4G LTE Pendatang Baru Di Indonesia November 2016

“Dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan akses mobile internet, tentu harapan pelanggan pun bertambah. Melalui implementasi teknologi 4.5G, pelanggan dapat menikmati akses Internet yang jauh lebih cepat, kualitas video berdefinisi tinggi, dan bermain game yang lebih baik di smartphone,” ujarnya.

Sun Xi Wei menambahkan, teknologi 4.5G juga akan membuka peluang layanan baru seperti NarrowBand IoT (NB-IOT) dan LiTRA untuk mendukung infrastruktur kota yang lebih aman, kehidupan yang lebih pintar, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, GraPARI Telkomsel yang sudah diperkuat teknologi 4.5G di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar adalah GraPARI Gandaria City, GraPARI Pondok Indah Mall 3, GraPARI Alia (Jakarta), GraPARI Banda (Bandung). Sedangkan untuk wilayah lain terdapat di GraPARI Merah Putih Medan, GraPARI Matahari Galleria Denpasar, GraPARI Mall Epicentrum Mataram, GraPARI TTC Pontianak, GraPARI Makassar, GraPARI Manado, dan GraPARI Sitanala Ambon.

Di masing-masing GraPARI, Telkomsel telah menyediakan experience booth yang dilengkapi dengan customer-premises equipment (CPE) berupa device yang sudah mendukung teknologi 4.5G dan televisi LCD. Pelanggan dapat merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband berbasis teknologi 4.5G langsung dari device tersebut. Di samping itu, pelanggan juga bisa melakukan perambatan (tethering) dengan cara menghubungkan device pelanggan dengan device 4.5G memanfaatkan akses WiFi.

Yetty lebih lanjut menjelaskan, dengan hadirnya layanan mobile broadband yang lebih cepat dan stabil akan mendukung keseruan menikmati layanan konten digital dalam beragam format, seperti Ultra High Definition (UHD) Video (4K Videos), Virtual Reality (VR), serta penerapan konsep Internet of Things, yang juga diharapkan dapat mendorong serta menguatkan terwujudnya Smart City di Indonesia. Saat ini, device 4.5G sudah mulai dipasarkan di Indonesia namun masih dalam jumlah terbatas, untuk itu Telkomsel akan berusaha mendorong implementasi ekosistem DNA (Device-Network-Application) akan tumbuh beriringan.

Wilayah operasional Jabotabek dan Jabar, menurut Yetty, merupakan potensi terbesar bagi Telkomsel untuk mengembangan teknologi dan produk terbaru. Terutama di kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang mana masyarakatnya umumnya sudah lebih terbuka untuk mengadopsi layanan-layanan berbasis broadband dan konten digital terdepan.

Oleh karena itu, Telkomsel telah menunjukkan komitmenya menghadirkan jaringan broadband yang handal dengan tergelarnya lebih dari 5.200 eNode B (BTS 4G) yang melayani lebih dari 12 juta pelanggan 4G LTE di lebih dari 180 kota kabupaten di Indonesia hingga saat ini, termasuk 34 kota yang berada di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar.

Hal tersebut didukung juga dengan penetrasi migrasi/upgrade uSIM 4G LTE Telkomsel di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar yang sejak awal Januari 2016 hingga memasuki kuartal empat tahun ini yang sudah bertambah hingga 4,1 juta pelanggan, yang mana 70% pertumbuhan migrasi/upgrade didominasi dari transaksi di layanan pelanggan GraPARI, dengan pertumbuhan terbesar ada di wilayah Jawa Barat.

Yetty menambahkan, pihaknyaakan konsisten melakukan berbagai upaya secara berkala agar kualitas mobile broadband, baik 4G maupun 3G, dapat dirasakan secara maksimal oleh pelanggan. “Seperti melalui program peningkatan kualitas jaringan yang dinamakan dengan True Broadband Experience (TrueBEx), termasuk untuk sekitar 19,6 pengguna layanan data dari 37,6 pelanggan Telkomsel yang ada di wilayah operasional Jabotabek dan Jabar,” pungkas Yetty.