Boleh jadi karena pertimbangan investasi, operator harus berupaya keras mengoptimalkan kehadiran 4G LTE (Long Tem Evolution) sebelum hadirnya 5G pada tahun 2020. Untuk itu vendor pun menjadi pihak yang amat berkepentingan pada kebutuhan operator, seperti contohnya Ericsson, vendor jaringan yang berbasis di Swedia ini telah mengungkapkan solusi untuk membawa manfaat dari 5G ke jaringan LTE saat ini, yang oleh pihak Ericsson disebut sebagai teknologi Ericsson Lean Carrier.

Menurut keterangan pers Ericsson, salah satu operator yang telah menggunakan teknologi Ericsson Lean Carrier yaitu SK Telecom (SKT) di Korea Selatan untuk ribuan sel jaringan miliknya. SKT telah menggelar jaringan Ericsson Lean Carrier di daerah perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan. Dalam penyebaran skala besar, pihak Ericsson mengatakan pengguna dapat melihat peningkatan hingga 50 persen pada kecepatan data downlink dengan kenaikan rata-rata jaringan sekitar 10 persen. Ini dinilai sangat bagus, mengingat bahwa kecepatan lambat dan kualitas pelayanan / panggilan dapat meningkatkan keluhan di kalangan pengguna smartphone. Solusi Ericsson Lean Carrier ini juga telah kompatibel untuk semua perangkat LTE yang ada sekarang.

ericsson lean carrierInovasi Ericsson Lean Carrier hadir untuk mengatasi gangguan sinyal pada Intercell, memperkenalkan konsep desain ramping untuk LTE guna memberikan kecepatan data yang meningkat dan cakupan aplikasi. Dengan mengurangi interferensi, Ericsson Lean Carrier memungkinkan modulasi baru QAM 256 lebih tinggi yang akan digunakan di daerah yang lebih luas dan memperluas keunggulan kecepatan data ke lingkungan makro outdoor. Dalam argumennya, Ericsson Lean Carrier disebut mampu meningkatkan penggunaan 256 QAM hingga 280 persen.

Ericsson Lean Carrier dapat mengurangi, atau membuat ramping tingkat referensi sinyal yang diperlukan untuk kinerja jaringan yang baik, dan nantinya mengarah ke peningkatan kecepatan downlink yang berlaku untuk semua bagian dari jaringan LTE. Dengan mengurangi interferensi, Ericsson Lean Carrier meningkatkan jumlah waktu 64 QAM dan 256 dalam skema pengkodean QAM yang dapat digunakan oleh sistem LTE.

“Ketika LTE diciptakan pada tahun 2008, kami hadirkan solusi yang mudah dan kuat, tapi sekarang kami telah menambahkan pengalaman signifikan yang lebih canggih. Dengan pengalaman kami yang tinggi di teknologi jaringan, maka manfaat 5G yang akan datang dapat dioptimalkan pada jarngan 4G LTE saat ini,” ujar Per Narvinger, Head of LTE Ericsson.