ArenaLTE.com – Tak melulu berjualan produk, pameran Indocomtech 2015 yang digelar di JCC, Jakarta, tahun ini bisa menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk mengetahui teknologi terbaru. Dengan tema internet of thingsmasyarakat bisa mencoba simulasi berbagai perangkat dalam rumah pintar yang terhubung ke internet. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi augmented reality.

“Visi dan misi tidak sekadar mencari uang, Indocomtech 2015 ingin membuka wawasan mengenai pengembangan TI dan edukasi kepada masyarakat perihal gadget dan alat teknologi baru,” kata Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Yayasan Apkomindo saat pembukaan pameran Indocomtech.
Baca: Indocomtech 2015 Lebih Banyak Dijejali Produk Mobile, Targetkan Transaksi 650 Miliar

Ia menuturkan, secara perlahan image mengenai jualan di acara Indocomtech 2015 ini perlahan akan diubah. Sehingga tidak hanya fokus kepada jualan namun lebih kepada pengenalan dan edukasi produk teknologi baru. Untuk itu, pada pameran ini disediakan Smart Home Experience Zone yang dipersembahkan oleh Event organizer API Events dan startup teknologi AR&Co.

Zona experience ini akan memamerkan berbagai produk terakhir dan wawasan yang dirancang interaktif. Untuk menunjukkan bagaimana teknologi bisa diaplikasikan dan membantu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari di lingkungan rumah. AR&Co yang dikenal sebagai perusahaan teknologi spesialis teknologi augmented reality (AR) memamerkan hasil pengembangannya.

Teknologi augmented reality atau kalau dialih bahasakan menjadi realitas tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti virtual reality yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, AR sekadar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Salah satu yang bisa dicoba adalah perangkat berupa kamera yang memiliki sensor khusus. Sistem kerjanya cukup unik yakni mampu menampilkan gambar yang diproyeksikan dari rekaman didepannya. Sehingga apa yang direkam akan dapat langsung diproyeksikan kedalam bentuk gambar grafis, dalam suatu aplikasi khusus.

“Biasanya digunakan untuk game, seperti merekam gerakan manusia kemudian dituangkan gerakan tersebut kepada pemain atau aktor utama dalam game tersebut,” kata Pramuniaga menjelaskan sistem kinerja alat.

Selain kamera tersebut, alat teknologi baru lainnya yang juga diperkenalkan adalah neuroscience technology. Alat ini digunakan dilingkar kepala, yang kemudian bekerja dengan membaca tingkat konsentrasi penggunanya untuk menggerakkan mobil remote control.

Perwakilan perusahaan, Krisnis Lee, menjelaskan bahwa sebenarnya teknologi AR ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2009 lalu. “Setiap tahun prosesnya selalu berkembang, dan di Indonesia sendiri teknologi ini akan menjadi sesuatu yang mampu membawa keuntungan bagi sebuah produk,” tambahnya.

Dirinya juga menambahkan, teknologi augmented reality yang kian berkembang bisa diterapkan di produk konsumen, seperti food dan beverage, serta properti. Semua produk juga diungkapkan bisa dimasuki, tergantung dari Konsep yang akan dituangkannya sendiri.

Perangkat untuk menjalankan aplikasi berbasis teknologi Augmented Reality, menurutnya tidak menuntut spesifikasi yang terlalu tinggi. Bahkan software buatan AR & Co telah merambah platform mobile seperti Android dan iOS.